Senin, Januari 26, 2026

Hari AIDS Sedunia: Pahami Perbedaan Antara HIV dan AIDS

Must Read

Moneter.co.id – Pada umumnya,
masyarakat menganggap istilah antara HIV dan AIDS adalah sama. Padahal, baik
HIV maupun AIDS memiliki definisi yang berbeda.

Human Immunodeficiency Virus (HIV) yakni, virus penyebab AIDS.
Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, dapat berlangsung
bertahun-tahun tanpa gejala. Banyak orang yang tertular HIV namun
tidak menyadari dirinya tertular.

Setiap orang
memiliki risiko terinfeksi HIV. Mereka dengan perilaku berisiko disarankan
untuk memeriksakan diri sedini mungkin.

Misalnya mereka yang menggunakan
narkotika suntik bergantian, berhubungan seks berganti- ganti pasangan atau
sesama jenis, hingga penggunaan jarum tidak steril pada transfusi atau tato.

“HIV adalah penyakit gangguan
immune. Beda dengan autoimmune di mana kekebalan tubuh menyerang sel tubuhnya
sendiri. HIV itu immunocompromise, kekebalan tubuh drop,” kata dr.
Kristoforus Hendra Djaya SpPD, Disease
Prevention Expert
dan CEO In
Harmony Vaccination, Jumat (01/12).

Menurut Kristoforus,
ketika virus HIV masuk dan menyerang kekebalan tubuh seseorang, maka perlahan
akan membunuh sel kekebalan tubuh. Setelah beberapa tahun, kekebalan tubuh akan
mulai drop.

“Sehingga beberapa kuman, virus,
dan parasit yang tadinya hanya hidup bersamaan dengan tubuh, mulai mengambil
kesempatan untuk menyerang, ini yg dinamakan dengan infeksi oportunistik,”
ujarnya.

Saat infeksi oportunistik mulai
terjadi, lanjut Kristoforus, itulah yang namanya kondisi sindrom imundefisiensi
akuisita atau sering disebut Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS).

“AIDS adalah suatu sekumpulan gejala
penyakit yang diperoleh akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang
disebabkan oleh infeksi HIV,” jelasnya.

Jadi, AIDS muncul setelah HIV
menyerang sistem kekebalan tubuh manusia untuk waktu yang lama.

Saat ini terdapat sekitar 620 ribu
orang hidup dengan HIV di Indonesia, dan 77 ribu di antaranya saja yang
mendapatkan obat ARV.

Setiap tahun terdapat sekitar 48 ribu
infeksi baru, dan sekitar 38 ribu pasien yang meninggal akibat AIDS. “Jadi
perbedaannya, penderita HIV butuh waktu 5-10 tahun hingga menjadi AIDS, jika
tidak diobati. Setelah menderita AIDS, kondisinya akan drop dengan cepat,”
tutupnya (TOP/JP).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Hadirkan Saham AS, Kini Diversifikasi Aset Lebih Praktis di Satu Aplikasi Valbury

Perusahaan pialang berjangka, Valbury Asia Futures (Valbury) memulai langkah di awal 2026 ini dengan memperkuat layanan multi aset di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img