Selasa, Januari 27, 2026

Sinar Mas Agribusiness and Food Gelar SMART SEED III

Must Read

Moneter.co.id – Sinar Mas Agribusiness and Food, anak usaha dari Golden
Agri-Resources (GAR) menyelenggarakan SMART SEED III (Social and Environmental
Excellence Development) di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (07/12)

Acara ini ditujukan untuk para
pemasok independen
yang bertujuan menggarisbawahi pentingnya manfaat
ekonomi dan sosial dari kemamputelusuran dan praktik perburuhan yang adil, juga
untuk mengeksplorasi
berbagai praktik terbaik dalam
pelaksanaan serta bagaimana mengatasi tantangan yang ada.

Hadir sebagai pembicara
dari
berbagai perusahaan agribisnis
terkemuka, asosiasi industri, badan pemerintah dan lembaga multilateral seperti
IDH, Agricinal, SNV, Neste, Kementerian Ketenagakerjaan RI, KSPSI ILO, GAPKI,
Cargil, dan perwakilan dari Sinar Mas Agribusiness and Food, berbagi keahlian
mereka kepada 200 peserta pada
dua
sesi diskusi panel.

Pelatihan ini juga
mempersiapkan para pemasok untuk mengikuti program
Traceablity to Plantation (TTP) yang diadakan oleh Sinar Mas
Agribusiness and Food, serta memberikan pelatihan cara meningkatkan praktik
perburuhan di industri ini.

Direktur Sinar Mas Agribusiness and Food, Dr. Ing.
Gianto Widjaja, mengatakan, k
ami harapkan acara ini tidak sekadar menggagas wacana, melainkan juga
menjadi peluang para pihak untuk menjalin kerjasama, berbagi cerita tentang
keberhasilan dalam penerapan prinsip sawit berkelanjutan di lapangan dan
bersama-sama mencari jalan keluar atas beberapa permasalahan yang di hadapi
sektor perkebunan sawit
.

Sebagai
pelaku bisnis, kami juga membutuhkan usulan, arahan dan rekomendasi dari stakeholder, agar sektor sawit menjadi
lebih baik, semakin matang dan bertanggungjawab dalam berbagai aspek
pengelolaan lingkungan, memberi sumbangsih nyata pada peningkatan kesejahteraan
masyarakat di sekitarnya, serta perekonomian Indonesia secara keseluruhan
, ujarnya disiaran persnya, Kamis
(07/12)

Sementara Managing Director Sustainability and
Strategic Stakeholder Engagement
Golden Agri-Resources Agus Purnomo,  mengatakan membutuhkan usaha dan waktu yang
intens, namun kami
berupaya
mempermudah hal
ini dalam
prosesnya dan memberi panduan praktis kepada pemasok kami.

“Kami akan membantu mereka
mengatasi tantangan yang muncul pada proses ini, dan mendukung mereka dalam
menerapkan praktik yang berkelanjutan.”

Saat ini, lanjut Agus, GAR
sedang dalam perjalanannya untuk mencapai 100 persen kemamputelusuran pada
perkebunan untuk pemasok independen pada tahun 2020.

Dr. Widjaja juga menegaskan
kembali komitmen perusahaan untuk memperkuat hak-hak pekerja, yang merupakan
komponen utama dari GAR Social and Environmental Policy (GSEP)
atau Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (KSLG) yang diluncurkan pada tahun 2015.

Ia mendorong para pemasok untuk
melakukan hal yang sama, dengan menghindari eksploitasi tenaga kerja,
menciptakan lingkungan kerja yang sehat, serta membangun hubungan industrial
yang harmonis dengan para pekerja.

Sumondang, Kepala Sub
Direktorat, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia,
menegaskan pemenuhan
hak-hak pekerja memperkuat hubungan antara perusahaan dan karyawannya,
hal
ini
memberikan
dampak
positif pada produk minyak
sawit yang dijual di dalam dan luar negeri.

“Berkat
kemajuan sosial dan lingkungan yang signifikan yang dilakukan oleh perusahaan
perkebunan terbesar di negara ini, minyak sawit telah menjadi salah satu produk
ekspor unggulan Indonesia
,” ujarnya.

Sumondang menekankan bahwa
pemerintah sudah memberikan kemudahan bagi perusahaan, untuk itu, perusahaan
diharapkan untuk dapat memenuhi hak dan kewajibannya sesuai dengan
undang-undang ketenagakerjaan.

Selain para pemasok,
pelatihan ini juga dihadiri oleh Neste, sebagai perwakilan dari pihak
pelanggan, serta organisasi multilateral Indonesia dan internasional, Lembaga
Swadaya Masyarakat (LSM) seperti World Wildlife Fund, Aidenvironment, PKPA,
Koltiva, Daemeter, Geotraceability, TFT, SPSI, CNV, SNV, dan IDH.

Pelatihan SMART SEED secara
berkala diadakan untuk terus meningkatkan praktik sosial dan lingkungan dalam
produksi kelapa sawit melalui keterlibatan
aktif para pemasok. Keberhasilan
dari program ini dapat dilihat dari pelatihan sebelumnya
yang telah membantu para petani
mandiri untuk belajar dan memperoleh sertifikasi Indonesian Sustainable Palm
Oil certification (ISPO), serta mendapatkan akses untuk Pendanaan Inovatif (Innovative Financing) dari Pemerintah
Indonesia dan KADIN.

Pelatihan ini juga didukung
oleh kunjungan lapangan secara reguler ke pemasok untuk menangani masalah
secara individual, pelatihan khusus, dan saluran bantuan khusus untuk pemasok.
(SAM)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Astragraphia Luncurkan Mesin Printer Produksi Terbaru Fujifilm Revoria Press™ PC2120

Astragraphia meluncurkan mesin printer produksi terbarunya yakni Fujifilm Revoria Press™ PC2120. Printer ini telah dilengkapi dengan empat warna CYMK...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img