Moneter.co.id – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menandatangani perjanjian pinjaman sebesar Rp1 triliun dengan Japan International Cooperation Agency (JICA)di Jakarta. Perjanjian ini bertujuan untuk menyediakan mobilisasi dana swasta dan memberikan kontribusi perbaikan bisnis dan investasi di Indonesia.
Presiden Direktur IIF Arisudono Soerono mengatakan fasilitas ini merupakan bukti lain bagaimana pasar internasional telah memberikan kepercayaan kepada IIF. IIF terus menunjukkan kemampuannya untuk mengelola dan memanfaatkan dana tersebut untuk mendorong proyek infrastruktur di Indonesia sebagai bagian dari fungsinya untuk menjadi katalisator pembangunan infrastruktur di Indonesia.
“Fasilitas ini juga menunjukkan komitmen IIF untuk mengembangkan proyek infrastruktur yang sesuai dengan standar sosial dan lingkungan terutama yang berkaitan dengan energi terbarukan.” ujarnya, Selasa (12/12).
Arisudono melanjutkan, ekonomi Indonesia tumbuh dengan stabil dalam beberapa tahun terakhir. “Namun, masih banyak kebutuhan untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia yang diperlukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.
Selain itu, JICA telah terus memberikan bantuannya melalui kerja sama teknis dan hibah untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia.
“Pembiayaan ini umumnya akan mendorong mobilisasi dana swasta untuk pembangunan infrastruktur, termasuk energi terbarukan di Indonesia,” ujarnya.
Ia berharap dukungan ini dapat meningkatkan bisnis dan investasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui partisipasi sektor swasta.
“Serta dapat mendukung perusahaan Jepang dan pelaku internasional lainnya untuk berpartisipasi dalam proyek infrastruktur di Indonesia,” tukasnya.
Sekedar informasi, IIF merupakan lembaga keuangan non-bank swasta di bawah Kementerian Keuangan yang fokus pada pembiayaan pembangunan infrastruktur, yang didirikan pada tahun 2010 sebagai bagian dari strategi pemerintah Indonesia dan lembaga multilateral untuk memfasilitasi modal komersial yang dibutuhkan untuk mendanai sektor infrastruktur di Indonesia.
IIF telah berinvestasi di jalan tol, pelabuhan laut, bandara, telekomunikasi, pembangkit listrik tenaga air, pembangkit listrik tenaga gas, dan energi terbarukan. Tahun ini, IIF diperkirakan akan memberikan total komitmen pinjaman infrastruktur lebih dari Rp13 Triliun pada akhir 2017. (HAP)




