Moneter.co.id – Menteri Luar
Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) Rex Tillerson menawarkan pembicaraan langsung
dengan Korea Utara (Korut) bisa segera dimulai tanpa syarat. Sementara,
pemimpin Korut Kim Jong-un bersumpah mengembangkan lebih banyak senjata nuklir.
Hal ini bertolak belakang
dengan tuntutan utama Amerika sebelumnya yang meminta agar Korut harus menerima
ketentuan bahwa menghentikan uji coba dan pengembangan senjata nuklirnya akan
menjadi bagian dari negosiasi.
Strategi
diplomatik terbaru Tillerson ini ditawarkan dua minggu setelah Korea Utara
mengatakan pihaknya telah sukses melakukan uji coba rudal balistik antarbenua
tercanggihnya yang bisa menjangkau seluruh daratan utama Amerika. “Kita
hanya perlu bertemu,” kata Tillerson dalam sebuah pidato seperti dikutip
dari Reuters, Rabu (13/12).
Tawaran ini
kemudian diikuti pernyataan dari Gedung Putih yang bernada ambigu. Tak jelas
apakah Presiden AS Donald Trump yang menyebut Tillerson buang-buang waktu,
telah memberi izin terhadap pidato sang menteri.
“Pandangan presiden
terkait Korea Utara masih belum berubah. Korea Utara bertindak jauh dari sikap
yang aman. Aksi Korea Utara ini tidak memberi dampak baik bagi pihak manapun
dan pastinya tidak baik bagi Korea Utara sendiri,” kata Gedung Putih.
Jelang Pidato Tillerson,
pimpinan Korea Utara Kim Jong-un bersumpah untuk mengembangkan lebih banyak
senjata nuklir. “Para ilmuan dan pekerja
akan terus memproduksi senjata dan peralatan terbaru guna meningkatkan kekuatan
nuklir baik dari segi kualitas dan kuantitas,” kata Kim (SAM)




