Moneter.co.id – BPJS
Kesehatan mencatat sebanyak 7,2 juta warga Sulawesi Selatan telah terdaftar
sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun bila dipersentasekan,
realisasi baru sekitar 76%. Seperti
diketahui, total penduduk Sulsel mencapai 9,4 juta jiwa. Itu artinya masih ada
2,2 juta warga yang belum ter-cover JKN.
Deputi
Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sulselbartra dan Maluku, I Made Puja Yasa
mengatakan, berdasarkan data terakhir, angka partisipasi warga Sulsel untuk
program JKN mencapai 76 persen atau setara 7,2 juta orang. Ya tersisa 2,2 juta
warga lagi yang belum terdaftar dan itu kami upayakan untuk segera bisa tercover.
I Made
mengaku optimistis sebelum 1 Januari 2019, seluruh warga Sulsel telah terdaftar
sebagai peserta JKN. Toh, perkembangan partisipasi Sulsel terbilang cukup baik
dan signifikan. “Saya yakin Sulsel lebih awal memenuhi target. Karena
capaian kita di atas angka nasional yang baru 73 persen. Lagi pula, berbagai
upaya sekarang sedang dilakukan,” ujarnya di Makassar, Kamis, (21/12).
Menurutnya,
berbagai strategi untuk mendongkrak partisipasi warga dalam program JKN berupa
advokasi ke pemerintah daerah. Pihaknya telah menemui Gubernur Sulsel, Syahrul
Yasin Limpo, dan sejumlah kepala daerah lainnya.
Pada
dasarnya, lanjut I Made pihaknya mengingatkan terkait peran pemerintah daerah
dalam mendorong program JKN yang merupakan nawacita Presiden Jokowi.
I Made menjelaskan,
kesuksesan program JKN bukan hanya tanggungjawab BPJS Kesehatan. Terlebih,
setelah terbitnya Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2017 tentang Optimalisasi
Pelaksanaan Program JKN. Regulasi itu mengatur peran dan tanggungjawab berbagai
pihak, mulai dari kementerian hingga kepala daerah terkait program kesehatan
tersebut.
“Inpres
Nomor 8 Tahun 2017 itu bukti keseriusan Presiden Jokowi. Nah, aturan itu sudah
kami lakukan penyampaian dan beberapa daerah sudah komitmen untuk memastikan
warganya tercover program JKN per 1 Januari nanti,” tutup I Made.
(HAP)




