Moneter.co.id – Badan Penelitian dan
Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Balitbang Kemendikbud) menegaskan bahwa 10% jumlah soal Ujian
Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Tahun 2018 untuk Sekolah Dasar (SD) dan
Madrasah Ibtidaiyah (MI) berupa esai.
“Itu beda dibandingkan dengan tahun sebelumnya,”
kata Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga
(Disdikpora) Badung I Made Mandi mengutip informasi dari Balitbang Kemendikbud
itu di Mangupura, Bali, Minggu (28/01).
Mandi mengatakan pihaknya juga mendapat informasi dari
Balitbang Kemendikbud bahwa USBN untuk jenjang SD dan MI akan berlangsung pada
April hingga Mei 2018. “Jadi,
Kemendikbud menetapkan soal esai sebanyak 10% dari total keseluruhan soal,
sedangkan 90% adalah pilihan ganda,” katanya.
“Tidak hanya format soal ujian yang berubah, tapi untuk
pembuatan soal pun berubah,” ujarnya.
Pada tahun ajaran 2017, sebanyak 25% soal dipersiapkan pusat
dan 75% oleh guru yang dikoordinasikan langsung Dinas Pendidikan Provinsi dan
Kantor Wilayah Kementerian Agama. “Sementara Tahun 2018, jumlah soal 20-25% disiapkan
pusat dan 75-80% disiapkan oleh kelompok kerja guru (KKG),” katanya.
Dengan adanya perubahan tersebut, pihaknya pun mengaku sudah
menyosialisasikan kepada seluruh sekolah yang di Kabupaten Badung. “Untuk
persiapan pemantapan sudah kami sosialiasikan hal ini kepada kepala
sekolah,” kata Mandi.
Untuk USBN SD tahun 2018, ada tiga mata pelajaran yang
diujikan yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Sementara untuk ujian sekolah yakni pendidikan agama,
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS),
Seni Budaya dan Keterampilan, dan Penjaskes dan Olahraga.
Mengenai teknis ujian, kata Mandi, masih menerapkan Ujian
Nasional Kerta Pensil (UNKP). “Untuk
di Badung, pelaksanaan ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dilakukan siswa
SMP dan tingkat SD belum menerapkan hal ini,” pungkasnya.
(HAP/Ant)




