Selasa, Maret 3, 2026

KPK Bidik Pejabat Garuda Indonesia Selain Emirsyah Satar, Ini Daftarnya

Must Read

Moneter.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menggali
informasi nama-nama pejabat Garuda Indonesia yang memimpin pengadaan pesawat
dan mesin pesawat hingga berujung pada pemberian suap.

Jubir
KPK Febri Diansyah mengatakan pada pemeriksaan Selasa (13/2) penyidik memeriksa
dua dari tiga saksi. “Juga diperiksa tambahan satu saksi untuk tersangka
Emirsyah Satar, mantan Direktur Utama Garuda Indonesia,” ucapnya.

Febri
menjelaskan, saksi-saksi tersebut adalah Agus Wahjudo pensiunan pegawai Garuda
Indonesia,  Victor Agung Prabowo pegawai Garuda Indonesia, serta seorang
saksi tambahan yakni Adrian Azhar.

“Dari
para saksi yang diperiksa penyidik masih mendalami terkait proses pengadaan di
Garuda Indonesia dan aliran dana pada sejumlah pihak. Pada salah satu saksi
kita dalami juga peran dan pengetahuannya sebagai pejabat yang memimpin proses
pengadaan di Garuda Indonesia. Pemeriksaan saksi-saksi dan tersangka lain akan
terus dilakukan,” tutur Febri.

KPK
sejauh ini telah mengantongi berbagai bukti dugaan penerimaan suap oleh
Ermisyah Satar. Bukti-bukti tersebut, lanjutnya, masih harus didukung data dari
luar negeri sehingga dibutuhkan kerjasama internasional.

“KPK
telah melakukan perjanjian kerjasama dengan beberapa negara dan sekarang kita
tunggu respons dari negara-negara tersebut,” paparnya.

Menurut
Febri, sejauh ini penyidik masih fokus menelusuri secara saksama dugaan
penerimaan suap pembelian pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls Royce. Kuat
dugaan ada penerimaan suap yang dilakukan para pihak di luar negeri.

“Yang
kami usut saat ini adalah penerimaan suap bukan pada pengadaan pembelian
pesawat dan mesin pesawat,” tutur Febri.

Ketika
menjabat Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar diduga telah menerima suap
sebesar 1,2 juta Euro dan US$180.000 atau setara dengan Rp20 miliar dari Rolls
Rocye, Ltd.

Emir
juga dianggap menerima gratifikasi barang senilai US$2 dari perusahaan yang
sama. 
Dugaan
suap dan gratifikasi yang diterima Emirsyah ini berkaitan dengan pembelian 50
mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 pada PT. Garuda Indonesia, Tbk.

Kasus
suap ini tidak lepas dari peran Soetikno Soedarjo yang merupakan beneficial owner dari Connaught International
Pte.Ltd, Singapura. Di Indonesia Soetikno menjabat sebagai petinggi PT Mugi
Rekso Abadi (MRA).

Dalam
persidangan lanjutan pihak Rolls Royce telah mengaku melebarkan sayap
perusahaan dengan memberi profit petinggi di dunia, antara lain Malaysia,
Thailand, Brazil, Anggola dan salah satunya Indonesia.

Laporan
ini kemudian diproses oleh Corruption Practices Investigation Bureau (CPIB)
Singapura dan SFO Inggris. Laporan tersebut berikut pengakuan dan alat bukti
pembukuan keterlibatan Emirsyah Satar yang langsung ditanggapi KPK dengan
melakukan pembekuan aset Emirsyah di luar negeri.

 

(HAP/Bns)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lebaran Jadi Titik Balik Finansial, Pencarian Rumah Melonjak Usai Hari Raya

Narasi mengenai tantangan Generasi Z dan Milenial dalam memiliki hunian pribadi kian mengemuka sebagai isu krusial. Kekhawatiran ini bukan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img