Senin, Maret 2, 2026

Menperin: IKTA Berdaya Saing Tinggi dan Kompetitif

Must Read

Moneter.co.id – Kementerian Perindustrian terus berupaya
mengakselerasi pertumbuhan IKTA melalui pendalaman struktur industri serta
melakukan peningkatan investasi dan ekspor. IKTA merupakan kelompok sektor
manufaktur yang berkontribusi signfikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)
nasional.

“Sektor IKTA memiliki daya saing yang cukup
tinggi sehingga mampu kompetitif di kancah global. Salah satunya dibuktikan
oleh subsektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT), di mana
strukturnya 
terintegrasi
dari hulu
hilir dan produknya dikenal
memiliki kualitas yang baik di pasar internasional
,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartartodi
acara Breakfast Meeting dengan Pelaku Usaha Sektor IKTA di Jakarta, Senin
(19/2)

Baca juga: Bidik IKTA 4 Persen di 2018, Kemenperin Perdalam Struktur Industri

Menperin menjelaskan, khusus untuk
industri shoes and apparel sport, produksi kita sudah melewati
China. Bahkan, Di Brasil, kita sudah menguasai pasar di sana hingga 80%.

Di samping itu, lanjut Airlangga, industri TPT mampu menyumbang PDB sebesar Rp150,43 triliun di tahun 2017. Untuk nilai ekspornya mencapai
USD12,58 
miliar atau naik 6% dibanding tahun 2016.

“Potensi peningkatan ekspornya masih sangat terbuka melalui pengoptimalan utilisasi yang ada
maupun penambahan investasi baru, serta potensi peningkatan ekspor 
juga semakin terbuka jika produk TPT kita
dikenakan tarif yang sama dengan Vietnam dan Bangladesh
 di Eropa atau Amerika,” papar Menperin.

Untuk itu, pemerintah tengah berupaya membuat
perjanjian kerja sama ekonomi yang komprehensif dengan Amerika Serikat dan Uni
Eropa untuk memperluas pasar ekspor TPT lokal. “Saat ini dalam proses negosiasi
untuk bilateral agreement tersebut, karena bea masuk ekspor
produk tekstil Indonesia masih dikenakan 5-20%, sedangkan ekspor Vietnam ke
Amerika dan Eropa sudah nol persen,” tuturnya.

Industri TPT merupakan sektor padat karya
berorientasi ekspor. Pada tahun 2018, Kemenperin mematok ekspornya sebesar
USD13,5 miliar dan menyerap tenaga kerja sebanyak 2,95 juta orang. Tahun 2019,
ekspornya diharapkan bisa mencapai USD15 miliar dan menyerap sebanyak 3,11 juta
tenaga kerja. “Sektor ini mampu memberikan share ekspor dunia
sebesar 1,6%,” imbuhnya.

Selain sektor industri TPT, Kemenperin juga
menggenjot sektor lainnya di dalam kelompok IKTA, antara lain adalah industri
bahan kimia dan barang kimia yang memberikan kontribusi terhadap PDB nasional
sebesar 1,25% atau senilai Rp170,41 triliun pada tahun 2017.

Selanjutnya, industri kulit, barang dari kulit,
dan alas kaki yang menyumbangkan kepada PDB nasional sebesar 0,27% atau senilai
Rp37 triliun. Sektor ini mampu mencatatkan angka ekspornya hingga Rp66 triliun
di tahun 2017, naik 5,87% dibandung tahun 2016. Target ekspornya pada 2018 akan
mencapai USD5,3 miliar dan tahun 2019 sebesar USD6 miliar.

“Industri kosmetik, sabun, dan bahan pembersih
juga berpotensi besar, dengan nilai ekspor Rp19 triliun pada tahun 2017. Dalam
lima tahun terakhir, ekspornya mampu naik 3,56%,” ungkap Menperin.

Ia menambahkan, pada tahun 2018, ditargetkan
ekspornya mencapai USD1,67 miliar dan tahun 2019 sebesar USD1,81 miliar.

Kemudian, yang juga akan dipacu, yakni
industri  ban dan sarung tangan karet. Sektor ini mencatatkan nilai
ekspornya pada tahun 2017 mencapai Rp25 triliun, dengan memiliki potensi pasar
internasional sebesar 70%.

Target ekspor sektor ini tahun 2018 sebesar
USD1,86 miliar dan tahun 2019 sebesar USD1,92 miliar. “Untuk market
share
 ekspor ban kita di dunia bisa mencapai 2,28%,” ujarnya.

Kemenperin mencatat, beberapa pertumbuhan
subsektor IKTA pada tahun 2017, yaitu industri farmasi, produk obat kimia dan
tradisional sebesar 6,85%, industri pakaian jadi 4,39%, industri bahan kimia
dan barang dari bahan kimia 3,48%, industri karet, barang karet, dan plastik
2,47%, industri tekstil 2,33%, serta industri kulit, barang kulit, dan alas
kaki 2,22%.



(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Alokasikan Dana Tunai Rp65,7 Triliun Guna Penuhi Kebutuhan Transaksi Ramadan dan Idulfitri 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan kesiapannya dalam mendukung kelancaran transaksi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img