Moneter.co.id – Kementerian
Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong industri pengolahan susu di dalam
negeri. Hal ini agar meningkatkan produktivitas sehingga dapat memenuhi
kebutuhan konsumen baik di pasar domestik maupun ekspor.
Menteri Peridustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pengembangan industri pengolahan susu perlu dilakukan
melalui program kemitraan dengan peternak
sapi perah secara terintegrasi.
“Program kemitraan tersebut, diharapkan membawa multiplier effect yang
akan memacu pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan penyerapan
tenaga kerja, sehingga mampu menyejahterakan masyarakat,”
kata Airlangga pada Peresmian Peternakan Sapi Perah PT Greenfields Indonesia di Blitar, Jawa Timur, Selasa (6/3).
Menperin memberikan apresiasi kepada PT Greenfields Indonesia yang telah berinvestasi
membangun peternakan sapi perah modern dan terintegrasi, sehingga ikut pula
berperan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia melalui berbagai macam
produk susu olahan yang dihasilkannya.
”Kami berharap perusahaan tetap
berkomitmen untuk terus meningkatkan
investasi, produktivitas, perbaikan kualitas, dan metode budidaya
ternak yang lebih baik,” tuturnya.
Menperin
juga menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah daerah khususnya Kota Blitar
yang turut mendorong penciptaan iklim usaha yang kondusif. Hal ini berdampak
pada peningkatan investasi sektor industri.
“Kami
dengar, di sini sudah ada tiga investor, termasuk ada pabrik gula terintegrasi.
Sementara itu, Greenfield menargetkan akan bangun lima pabrik lagi, setelah di
Malang dan Blitar. Peluang ini perlu ditangkap, untuk menjadikan klaster
industri yang terpadu,” jelasnya.
Ia menjelaskan, investasi
ini mencapai Rp612 miliar yang bermitra secara langsung dengan 250 peternak dan
sebanyak 3.000 tenaga kerja tidak langsung. “Efek berantai ini berperan besar
mendorong perekonomian nasional dan Blitar,” ujarnya.
Sekedar informasi, PT
Greenfields Indonesia meresmikan peternakan sapi perah di Wlingi, Blitar, Jawa Timur. Peternakan yang kedua ini merupakan upaya
ekspansi dari peternakan Greenfields yang pertama di Babadan, Malang. Dengan
mampu menampung lebih dari 10.000 ekor sapi perah di lahan seluas 172 hektar,
pertenakan baru ini dianggap yang terbesar di Indonesia.
Pada
akhir tahun 2020, peternakan ini ditargetkan mencapai kapasitas maksimum 10.000
sapi perah yang
menghasilkan sebanyak 50 juta liter susu segar setiap tahun.
Peternakan
Greenfields yang kedua ini menggunakan teknologi terbaru, antara lain teknologi
pemerah susu otomatis dengan sistem berputar,
teknologi kandang sapi tertutup yang menggunakan kipas angin sistem hibrida,
serta sistem pencahayaan long-day untuk memaksimalkan
produktivitas susu sapi.
Menurut Airlangga,
pengembangan industri pengolahan susu di dalam negeri ke depannya masih cukup
prospektif karena menyangkut pemenuhan kebutuhan
primer manusia. Bahkan, subsektor
ini juga berkontribusi penting terhadap pertumbuhan signifikan pada industri
makanan dan minuman.
Hal ini ditunjukkan dengan laju pertumbuhan
industri makanan dan minuman pada pada tahun 2017 yang mencapai 9,23%, jauh di atas pertumbuhan PDB nasional sebesar 5,07%.
Di samping itu, peran
subsektor industri makanan dan minuman terhadap PDB sebesar 6,14% dan terhadap PDB industri nonmigas
mencapai 34,3%, sehingga menjadikannya subsektor dengan kontribusi terbesar
dibandingkan subsektor lainnya pada periode yang sama.




