Senin, Maret 2, 2026

Resmikan Pabrik Garam Senilai Rp 900 Miliar, Menperin Berharap Pasokan Bahan Baku Terjaga

Must Read

Moneter.co.id – Menteri
Perindustrian Airlangga Hartarto meresmikan Pabrik
Pengolahan Garam
Industri dan Konsumsi
PT. UNIchemCandi Indonesia di Kawasan Industri JIIPE Gresik, Jawa
Timur, Jumat (9/3)
dengan nilai investasi sebesar Rp900 miliar.  Pabrik ini terdiri dari tiga lini produksi. Dua lini untuk garam pencucian dan satu lini untuk garam rafinasi. 

“Kinerja
industri nasional akan semakin tumbuh dan berdaya saing apabila ketersediaan pasokan
bahan baku bisa terjaga,” katanya disela peluncuran.
 

Airlangga
menjelaskan, garam adalah salah satu bahan baku pokok yang sangat dibutuhkan
oleh sejumlah sektor manufaktur untuk menopang keberlanjutan produktivitasnya.

“Jadi, garam
mendukung
supply chain dan
meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Untuk itu, kami terus mendorong
investasi baru atau ekspansi di sektor industri pengolahan garam di Indonesia,”
kata

Menperin
memberikan apresiasi kepada
PT. UNIchemCandi Indonesia atas sumbangsihnya dalam upaya
membangun ketahanan pangan nasional melalui pembangunan pabrik
pengolahan
garam industri dan konsumsi yang berbasis teknologi tinggi.
“Ini sejalan dengan program pemerintah,
yaitu swasembada garam. Selain itu mampu berkontribusi terhadap perekonomian
kita,” tegasnya.


Adanya
pembangunan pabrik baru milik
PT. UNIchemCandi Indonesia di Gresik, Airlangga meyakini, struktur
industri nasional semakin kuat dan dalam sehingga akan mampu kompetitif di
pasar domestik maupun ekspor.

“Inilah yang
dibutuhkan oleh Indonesia, membuat industri pengolahan di dalam negeri.
Apalagi, industri-industri yang menyerap bahan baku garam merupakan sektor
andalan,” tuturnya.

Menperin mendorong
PT. UNIchemCandi Indonesia agar terus memperluas usahanya, bahkan
bisa menaikkan kapasitas produksinya hingga 10 kali lipat sehingga dapat
memasok permintaan pasar dalam negeri. “Kami mendukung pabrik ini berkembang
dan menjadi contoh bagi perusahaan lain,” ujarnya.

Direktur Utama PT. UNIchemCandi Indonesia
Unn Harris mengatakan, melalui pembangunan pabrik baru ini, kami telah
melakukan investasi pengolahan garam dengan proses washing dan refinery.

Dengan kapasitas terpasang saat ini yang mencapai 300 ribu ton per tahun, PT
UNIchemCandi Indonesia merupakan industri pengolahan garam terbesar di
Indonesia.

“Rincian
kapasitas produksi sekarang, untuk garam rafinasi sekitar 70 ribu ton per
tahun, sedangkan garam pencucian sebanyak 180 ribu ton per tahun. Namun, pabrik
kami ini bisa diperluas lagi hingga 5 lini dengan total kapasitas produksi
mencapai 450 ribu ton per tahun,” ungkapnya. Apabila garam lokal tersedia,
PT. UNIchemCandi Indonesia
menyerap hingga 200 ribu ton per tahun.

Unn
juga menilai, pabrik baru di Gresik ini satu-satunya industri pengolahan garam
yang menggunakan teknologi Pure Vacuum Dry (PVD). “Jadi, pabrik ini berbasis
teknologi tinggi dan terkini, seperti teknologi OCS,
full robotic dan automatic
palletizing system
untuk menghasilkan garam rafinasi dengan kadar NaCl
lebih tinggi dari 99 persen dan dengan kadar impurities yang sangat rendah,”
paparnya.


(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img