Senin, April 20, 2026

Ini Strategi Indonesia Masuki Revolusi Industri Ke-4

Must Read

Moneter.co.id – Kementerian
Perindustrian merancang Making Indonesia 4.0 sebagai sebuah
roadmap (peta jalan) yang terintegrasi
untuk mengimplementasikan sejumlah strategi dalam memasuki era Industry 4.0.
Guna mencapai sasaran tersebut, langkah kolaboratif ini perlu melibatkan
beberapa pemangku kepentingan, mulai dari institusi pemerintahan, asosiasi dan
pelaku industri, hingga unsur akademisi.

“Sejak tahun 2011, kita telah memasuki Industry 4.0, yang
ditandai meningkatnya konektivitas,

interaksi, dan batas antara manusia, mesin, dan sumber daya
lainnya
yang semakin
konvergen melalui teknologi informasi dan komunikasi,” kata Menteri
Perindustrian Airlangga Hartarto pada

acara Sosialisasi Roadmap Implementasi Industry 4.0 di
Jakarta, Selasa (20/3).

Menperin menjelaskan, revolusi
industri generasi pertama ditandai oleh penggunaan mesin uap untuk
menggantikan
tenaga manusia dan hewan. Kemudian, generasi kedua, melalui penerapan konsep
produksi
massal dan mulai dimanfaatkannya tenaga listrik. Dan, generasi ketiga, ditandai
dengan
penggunaan teknologi otomasi dalam kegiatan
industri.

“Pada revolusi industri keempat, menjadi lompatan besar bagi sektor industri,
di mana teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya. Tidak hanya
dalam proses produksi, melainkan juga di seluruh rantai nilai industri sehingga
melahirkan model bisnis yang baru dengan basis digital guna mencapai efisiensi yang
tinggi dan kualitas produk yang lebih baik,” paparnya.

Untuk itu, sektor industri nasional perlu banyak
pembenahan terutama dalam aspek penguasaan teknologi yang menjadi kunci penentu
daya saing di era Industry 4.0. Adapun
lima
teknologi utama yang menopang pembangunan sistem Industry 4.0, yaitu Internet
of Things, Artificial Intelligence, Human–Machine Interface, teknologi robotik
dan sensor, serta teknologi 3D Printing.

Berdasarkan Global Competitiveness Report 2017, posisi
daya saing Indonesia berada di peringkat ke-36 dari 100 negara.  “Walaupun telah naik sebesar 5 peringkat
dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi perlu terus dilakukan perubahan secara
sistematis dan strategi yang jelas untuk berkompetisi,” ujar Airlangga.

Menperin juga menyampaikan, semua negara masih
mempelajari implementasi sistem Industry 4.0, sehingga dengan penyiapan peta
jalannya, Indonesia berpeluang menjadi pemain kunci di Asia.
“Kita melihat
banyak negara, baik yang maju maupun berkembang, telah menyerap pergerakan ini
ke agenda nasional mereka dalam rangka merevolusi strategi industrinya agar
semakin berdaya saing global. Dan, Indonesia siap untuk mengimplementasikan,”
tegasnya.

Implementasi Industry 4.0 tidak hanya memiliki potensi luar biasa dalam
merombak aspek industri, bahkan juga mampu mengubah berbagai aspek dalam
kehidupan manusia. “
Kita
punya pasar dalam negeri yang kuat, dan punya banyak talenta dari jumlah
universitas yang ada, sehingga tersedianya pool
of talent
,” kata Menperin.

Dengan
menerapkan Industry 4.0, Airlangga menargetkan, aspirasi besar nasional dapat
tercapai. Aspirasi tersebut secara garis besar, yaitu membawa Indonesia menjadi
10 besar ekonomi di tahun 2030, mengembalikan angka net export industri 10%, peningkatan produktivitas tenaga kerja
hingga dua kali lipat dibanding peningkatan biaya tenaga kerja, serta
pengalokasiaan 2% dari GDP untuk aktivitas R&D teknologi dan inovasi atau
tujuh kali lipat dari saat ini.

Sementara,
Sekjen Kemenperin Haris Munandar mengungkapkan, salah satu strategi Indonesia
memasuki Industry 4.0 adalah menyiapkan lima sektor manufaktur yang akan
menjadi percontohan untuk memperkuat fundamental struktur industri Tanah Air.

Adapun kelima
sektor tersebut, yaitu Industri Makanan dan Minuman, Industri Otomotif,
Industri Elektronik, Industri Kimia, serta Industri Tekstil. “Melalui komitmen
dan partisipasi aktif dari pemerintah, swasta dan publik melalui kemitraan yang
tepat sasaran, kita semua yakin bahwa Industry 4.0 akan membawa manfaat bagi
bangsa dan Negara,” terangnya.

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Astra Land Gandeng Kozystay, Arumaya Residences Bidik Imbal Hasil Sewa Premium di Jakarta Selatan

Astra Property melalui PT Astra Land Indonesia memperkuat strategi pengembangan residensial dengan menggandeng PT Kozy Properti Manajemen Internasional (Kozystay)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img