Selasa, Maret 3, 2026

ASEAN Diperhitungkan Kanada Sebagai Mitra Bisnis

Must Read

Moneter.co.id – Dirjen
Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo menyatakan ASEAN semakin
diperhitungkan sebagai mitra bisnis dan kerja sama ekonomi oleh sejumlah negara
mitra, salah satu diantaranya Kanada. Kemungkinan kerja sama yang lebih
terformat sedang dipelajari melalui studi kelayakan atau
joint feasibility study (JFS) yang dilakukan oleh Economic Research
Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) dan Global Affair Canada.

“Laporan studi
kelayakan yang dilakukan oleh ERIA dan Kanada menunjukkan bahwa ASEAN-Canada
Free Trade Agreement (FTA) akan membawa manfaat bagi pertumbuhan ekonomi kedua
belah pihak,” kata Iman Pambagyo dalam rangkaian pertemuan 2nd Senior Economic
Officials’ Meeting (SEOM) for 49th ASEAN Economic Ministers pada Sabtu (24/3)
di Nusa Dua, Bali.

Namun, lanjut Iman,
ASEAN masih perlu melakukan kajian cost
benefit
secara komprehensif bagi masing-masing Negara anggota ASEAN.

Pelaksanaan
studi kelayakan ini merupakan instruksi para Menteri Ekonomi ASEAN dan Kanada
pada pertemuan ASEAN Economic Ministers (AEM)-Consultation Canada yang
diselenggarakan di Vientiane, Laos, Agustus 2016 lalu.

Studi kelayakan
dilakukan untuk mengkaji potensi dan mengeksplorasi manfaat ekonomi
ASEAN-Canada FTA. Fokus studi diarahkan pada dampak FTA terhadap produk domestik
bruto (PDB) dan ekspor serta impor ASEAN dan Kanada sekaligus juga dampak
terhadap ekonomi bilateral negara anggota ASEAN termasuk perdagangan barang,
perdagangan jasa, dan investasi dua arah.

Menurut Iman,
hal yang perlu dicermati adalah adanya perbedaan format dan ambisi perjanjian
FTA antara ASEAN dan Kanada. ASEAN belum menerapkan isu lingkungan, kesetaraan
gender, monopoli, transparansi dan bebas korupsi, serta pengadaan barang/jasa
oleh Pemerintah (government procurement)
dalam setiap elemen kerja samanya; sedangkan Kanada sudah terlebih dulu
menerapkan isu-isu tersebut.

“Hal ini akan
menjadi tantangan bagi ASEAN jika harus menerapkan isu-isu itu dalam setiap
elemen kerja sama,” imbuhnya.

Iman
menyampaikan Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga telah melakukan kajian
untuk melihat dampak ASEAN-Canada FTA terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Hasil kajian menunjukkan bahwa Indonesia akan memperoleh keuntungan pada level
moderat.

Manfaat
terbesar dapat diperoleh Indonesia apabila perjanjian ini fokus pada
pengurangan hambatan nontarif (NTMs) ekspor Indonesia ke Kanada dan perbaikan
fasilitasi perdagangan.

Berdasarkan
hasil kajian tersebut, kata Iman, Indonesia tidak perlu khawatir bergabung
dalam ASEAN-Canada FTA dengan catatan perlunya mitigasi terhadap sektor-sektor
yang berpeluang mengalami gangguan oleh perjanjian perdagangan bebas tersebut,
dan intensivitas dalam meningkatkan daya saing industri. Indonesia juga perlu
memanfaatkan ASEAN-Canada FTA sebagai sarana alih teknologi.

Iman juga
menambahkan perlunya pembahasan awal yang disepakati bersama (preliminary engagement) oleh Kanada
melalui dialog pada level badan sektoral (sectoral
bodies
) terkait untuk isu-isu area baru yang akan diusulkan Kanada, seperti
pendekatan yang dilakuan oleh Uni Eropa kepada ASEAN.

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Alokasikan Dana Tunai Rp65,7 Triliun Guna Penuhi Kebutuhan Transaksi Ramadan dan Idulfitri 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan kesiapannya dalam mendukung kelancaran transaksi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img