Moneter.co.id – PT BNI Life Insurance pada periode Januari 2018 mencatatkan pendapatan gross premi sebesar Rp 394,5 miliar, meningkat secara year on year sebesar tiga persen dibandingkan Januari 2017.
Plt Direktur Utama BNI Life Geger N Maulana pada Selasa (13/3) malam di Jakarta, mengatakan, sementara gross premi perseroan pada Februari 2018 tembus diangka Rp 725 miliar.
Nilai tersebut juga naik dibandingkan periode Februari 2017 yang sebesar Rp 660 miliar atau meningkat sekitar 10 persen. Sementara, terkait kinerja laba bersih, pada akhir 2017 BNI Life membukukan pertumbuhan yang sangat baik dengan laba bersih (audited) 104 persen atau sebesar Rp 375 miliar dibandingkan 2016.
“Peningkatan ini ditopang dengan peningkatan produksi premi dan hasil investasi yang signifikan. Sementara total gross premi tahun lalu mencapai Rp 5,7 triliun,” kata dia.
Geger menjelaskan, investment income BNI Life pada 2017 juga mengalami kenaikan sebesar Rp 982,169 miliar atau sekitar 31 persen dari 2016. Tercatat, investment income BNI Life pada 2017 mencapai angka Rp 1,282 triliun.
Pada Januari 2018, investment income sebesar Rp 84,5 miliar dan mengalami kenaikan sekitar 126 persen dibandingkan Januari 2017 atau yang dibukukan sekitar Rp 33,7 miliar.
Dia menambahkan, meskipun per Februari 2018 IHSG pergerakannya menurun ke angka 6,619.80, tetapi dia tetap optimistis saham unitlink akan tetap berkilau.
Hal ini juga dapat dilihat berdasarkan data Infovesta Utama yang mencatat hingga Februari 2018 terdapat unitlink Equity yang mencetak return tinggi bahkan melampaui indeks acuan.
“Untuk produk unitlink pendapatan tetap. Hingga dua bulan tahun ini terdapat lima produk unitlink pendapatan tetap yang mencetak return tinggi dan melampaui indeks acuan dan salah satunya adalah produk BNI Life yang berhasil mencatat imbal hasil YTD 2,67 persen dengan pendapatan satu tahun sebesar 29,66 persen dibanding indeks acuan hanya sebesar 7,15 persen,” ujar dia.
Reporter: HYN




