Spotify selalu memberikan kendali kepada pendengar untuk menyesuaikan pengalaman sesuai preferensi mereka. Saat ini, orang tidak hanya menginginkan lebih banyak cara untuk menghabiskan waktu, tetapi juga ingin memastikan waktu tersebut digunakan dengan sebaik mungkin.
Itulah mengapa, mulai dari Taste Profile hingga Prompted Playlist, hingga Smart Filters, kami terus memberikan lebih banyak kontrol kepada pengguna atas pengalaman mendengarkan mereka. Keyakinan bahwa waktu di Spotify harus terasa bermakna, personal, dan memberi nilai menjadi dasar setiap inovasi yang dikembangkan.
Pendengar Spotify merasakan hal yang sama, bahwa kendali ini memberikan nilai nyata bagi mereka. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Burson terhadap 8.400 responden di 19 pasar, termasuk Indonesia (27 Agustus–3 Oktober 2025), sebanyak 93% pengguna Spotify antusias terhadap fitur yang memberikan mereka lebih banyak kontrol, dan 92% mengatakan Spotify mendekatkan mereka dengan hal-hal yang mereka sukai.
Bagi pendengar yang lebih muda, riset Edison menunjukkan bahwa 86% Gen Z mendengarkan musik atau podcast untuk membantu meningkatkan suasana hati mereka. Di tengah dunia yang dipenuhi aktivitas scrolling pasif, Spotify menawarkan sesuatu yang berbeda: pengalaman yang lebih intensional dan dapat dibentuk secara aktif sesuai preferensi masing-masing.
Karena itu, Spotify menghadirkan kontrol video baru yang memungkinkan pengguna menyesuaikan pengalaman mereka, baik dengan memilih pengalaman yang berfokus pada audio, maupun menambahkan video untuk pengalaman yang lebih kaya dan imersif.
Pembaruan pengaturan ini mulai diluncurkan secara global kepada semua pengguna pada bulan ini. Dengan demikian, semua pendengar, baik individu maupun keluarga dapat membentuk pengalaman yang paling sesuai bagi mereka.
Chief Public Affairs Officer Spotify, Dustee Jenkins, membagikan bagaimana tim Spotify membangun pengalaman yang lebih positif bagi keluarga di Spotify.
“Sebagai Chief Public Affairs Officer Spotify, sekaligus orang tua dari anak-anak yang masih kecil, saya memahami bahwa menjelajahi dunia digital bisa terasa menyenangkan, namun terkadang juga sedikit menantang. Musik, podcast, dan audiobook dapat memicu kreativitas dan pembelajaran dengan cara yang kuat, dan seharusnya selalu dinikmati dengan cara yang terasa aman, sesuai, dan tepat bagi setiap keluarga. Keyakinan ini menjadi inti dari cara kami merancang dan mengoperasikan Spotify: melindungi pendengar muda, sekaligus menciptakan pengalaman yang positif,” tulis Dustee.
Pengelola paket Family Plan (paket lama) dapat mengaktifkan atau menonaktifkan konten video untuk anggota paket melalui pengaturan langganan mereka. Pengguna Premium (Lite, Standard, Platinum, Student) maupun Free di Indonesia juga dapat mengontrol bagaimana video ditampilkan di aplikasi Spotify mereka.
Untuk mengakses kontrol video, buka Settings > Content and display, pengguna dapat dengan mudah mengaktifkan atau menonaktifkan visual looping Canvas atau video untuk musik maupun podcast. Setelah pengguna menentukan preferensi, pengaturan tersebut akan berlaku di perangkat mobile, desktop, web, TV, maupun platform lain tempat saat menggunakan Spotify. Pengguna Spotify Free tetap akan melihat iklan video, serta visual mirip Canvas pada beberapa iklan audio.




