PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) mengawali tahun 2026 dengan pertumbuhan kinerja yang solid. Emiten jasa penunjang pertambangan ini mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp676,19 miliar pada kuartal pertama 2026, naik 18,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontributor terbesar pertumbuhan tersebut masih berasal dari segmen jasa penambangan. Hingga akhir Maret 2026, lini bisnis ini membukukan pendapatan Rp608,13 miliar atau meningkat 9,4% secara tahunan. Segmen tersebut menyumbang hampir 90% dari total pendapatan perseroan, mencerminkan kuatnya aktivitas operasional proyek yang dijalankan bersama sejumlah mitra strategis di sektor pertambangan.
Direktur Utama PT Sinar Terang Mandiri Tbk Ivo Wangarry mengatakan capaian positif pada awal tahun menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam menjaga performa operasional di tengah tantangan industri yang terus berubah.
“Perseroan terus berupaya menjaga kinerja tetap positif melalui penguatan operasional, produktivitas, serta kualitas layanan kepada seluruh mitra kerja kami. Di tengah kondisi industri yang dinamis, kami juga tetap fokus menjalankan strategi usaha secara disiplin dan terukur,” ujar Ivo dalam keterangan resmi, Selasa (2/6).
Pertumbuhan pendapatan turut menopang kinerja laba perseroan. Pada kuartal I-2026, MINE membukukan laba komprehensif periode berjalan sebesar Rp61,63 miliar. Manajemen menilai hasil tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga efektivitas operasional sekaligus memastikan proyek-proyek berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Menurut Ivo, proyek yang sedang berlangsung telah memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja perusahaan. Oleh sebab itu, fokus perseroan ke depan tetap diarahkan pada peningkatan produktivitas proyek dan efisiensi biaya operasional.
“Sejumlah proyek yang dijalankan Perseroan sepanjang periode ini telah memberikan kontribusi terhadap kinerja operasional. Ke depan, Perseroan akan terus fokus pada optimalisasi pelaksanaan proyek, efisiensi operasional, serta menjaga kualitas pekerjaan agar dapat mendukung kinerja usaha secara berkelanjutan,” katanya.
Tak hanya ditopang bisnis inti pertambangan, MINE juga mencatatkan pertumbuhan pada segmen jasa konstruksi. Pendapatan dari lini usaha ini mencapai Rp68,06 miliar pada kuartal pertama 2026, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu seiring berlanjutnya pengerjaan sejumlah proyek konstruksi yang terkait dengan aktivitas operasional perseroan.
Di tengah prospek sektor pertambangan yang masih dibayangi fluktuasi harga komoditas dan tantangan operasional, MINE memilih fokus pada pengelolaan proyek yang terukur dan disiplin. Perseroan menilai langkah tersebut menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.
“Perseroan akan terus berfokus pada pelaksanaan proyek yang optimal, pengelolaan operasional yang prudent, serta menjaga kualitas pekerjaan pada lini jasa penambangan maupun jasa konstruksi guna mendukung keberlangsungan kinerja usaha secara berkelanjutan,” tutup Ivo.




