Ketidakpastian ekonomi yang masih membayangi dunia usaha pada 2026 tidak menyurutkan langkah PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO). Emiten produsen air minum dalam kemasan (AMDK) itu justru memilih mempercepat ekspansi dengan menambah kapasitas produksi dan meluncurkan produk baru demi menjaga laju pertumbuhan bisnis.
Manajemen CLEO menilai kondisi konsumsi masyarakat yang masih terjaga menjadi faktor utama yang menopang prospek industri AMDK sepanjang tahun ini. Data hingga April 2026 menunjukkan daya beli masyarakat masih tumbuh di kisaran 5,61%, memberikan ruang bagi perusahaan untuk terus mendorong penjualan.
CEO CLEO Melisa Patricia mengatakan stabilitas daya beli menjadi modal penting bagi industri barang konsumsi. Menurutnya, sektor AMDK memiliki karakteristik yang relatif tahan terhadap tekanan ekonomi karena kebutuhan masyarakat terhadap air minum berkualitas terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Daya beli masyarakat yang tetap terjaga merupakan kunci pembuka bagi pintu pertumbuhan dalam industri apapun. Perseroan juga melihat bahwa dari tahun ke tahun industri AMDK konsisten bertumbuh. Oleh karenanya, sekalipun ketidakpastian ekonomi tetap menjadi tantangan yang nyata, tetapi CLEO tetap optimis akan tetap bisa meraih kinerja penjualan positif tahun ini,” ujar Melisa.
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Industri AMDK nasional selama ini mampu mencatatkan pertumbuhan stabil di kisaran 5% hingga 8% per tahun. Konsistensi tersebut menjadi indikator bahwa permintaan pasar masih cukup kuat meskipun tekanan ekonomi global belum sepenuhnya mereda.
Di sisi internal, CLEO mengawali 2026 dengan catatan positif. Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp774,4 miliar pada periode awal tahun atau meningkat 15,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara laba bersih konsolidasi mencapai Rp122,6 miliar, tumbuh 5,2% secara tahunan.
Melisa menegaskan bahwa pertumbuhan tersebut tidak hanya ditopang satu lini bisnis, melainkan berasal dari seluruh segmen usaha yang dimiliki perusahaan.
“Yang membuat kami semakin optimis dalam memandang prospek tahun ini adalah fakta bahwa pertumbuhan kinerja yang solid ini didorong seluruh segmen bisnis Perseroan,” katanya.
Untuk menjaga momentum tersebut, perusahaan menyiapkan tambahan kapasitas produksi melalui pembangunan tiga pabrik baru yang berlokasi di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru. Pabrik Palu ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III 2026, sedangkan fasilitas produksi di Pontianak dan Pekanbaru akan menyusul pada kuartal IV.
Ekspansi ini dinilai strategis karena akan memperluas jangkauan distribusi sekaligus meningkatkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi permintaan pasar di berbagai wilayah Indonesia.
Tak hanya memperbesar kapasitas produksi, CLEO juga memperkuat strategi diferensiasi produk. Perusahaan akan memasuki segmen premium melalui peluncuran Cleo Platine Water Glass 750 ml dan Cleo Platine Sparkling Water Glass 750 ml yang menyasar restoran premium, hotel, serta berbagai outlet khusus lainnya.
Langkah tersebut mencerminkan upaya perusahaan memperluas sumber pertumbuhan baru di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Diversifikasi produk dinilai menjadi instrumen penting untuk menjangkau konsumen dengan kebutuhan dan preferensi yang semakin beragam.
“Secara konsisten kami terus melakukan ekspansi dan inovasi, bukan hanya sebagai upaya menjaga momentum pertumbuhan tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan AMDK di Tanah Air. Dengan strategi yang diterapkan tersebut, kami optimis CLEO akan dapat meraih pertumbuhan dobel digit tahun ini,” tutup Melisa.
Dengan kombinasi ekspansi kapasitas, penguatan jaringan distribusi, serta penetrasi ke segmen premium, CLEO tampaknya tengah menyiapkan fondasi baru untuk mempertahankan pertumbuhan di tengah tantangan ekonomi yang masih membayangi pasar domestik.




