Senin, April 20, 2026

Barclays – Standard Chartered Bakal Merger?

Must Read

Moneter.co.id – Dua perusahaan
perbankan asal Inggris, Barclays Plc dan Standard Chartered Plc (Stanchart) tengah
menjajaki kemungkinan untuk merger.
Konsolidasi ini sebagai upaya dari
rencana kontijensi yang luas.

Sumber Financial Times menyebutkan, Chairman Barclays
John McFarlane tertarik pada gagasan menggabungkan Barclays dengan Stanchart.
Usulan ini didukung oleh Vice Chairman Barclays Gerry Grimstone yang
juga memimpin unit Barclays International.

Sumber
tersebut mengatakan, bahwa percakapan pribadi telah terjadi diantara direksi
kedua bank. Mereka membahas tentang manfaat potensial dari kemungkinan merger
tersebut. Kendati demikian, belum ada penawaran informal maupun formal yang
telah terjadi.

Salah
satu bankir senior yang terlibat dalam kesepakatan potensial tersebut
mengatakan McFarlane memiliki ketertarikan yang tinggi atas Stanchart. Sehingga
wacana merger dua bank tersebut juga terbilang logis.

Namun Bloomberg mengutip
sorang sumber melaporkan, Barclays belum mengadakan diskusi dengan Stanchart
mengenai peluang merger tersebut. Barclays juga tidak secara aktif mengejar
kesepakatan soal merger ini.

Sementara
sumber yang dikutip Reuters malah menyebutkan, Barclays tidak
sedang mengeksplorasi peluang merger dengan Stanchart. Ia menegaskan, Barclays
tidak memiliki rencana menggabungkan operasi bisnis dengan salah satu
pesaingnya.

Yang
jelas kombinasi Barclays dengan Stanchart sangat potensial karena Stanchart
memiliki kapitalisasi pasar senilai 25 miliar. Sayangnya, baik Barclays menolak
berkomentar mengenai kabar ini.

Sementara
Standard Chartered Plc seperti dikutip Bloomberg menyatakan, mereka fokus pada
strateginya dan tidak menanggapi spekulasi soal merger.

Langkah
bergabung dengan Stanchart dapat menjadi cara bagi Barclays menggagalkan
tekanan dan permintaan dari aktivis investor yakni Edward Bramson untuk
mengembalikan modal kepada pemegang saham. Bramson merupakan salah satu
pemegang saham terbesar Barclays.

Barclays
berada di bawah tekanan untuk meningkatkan keuntungan setelah kebijakan
agresif Chief
Executive 
Barclays Jes Staley dalam berinvestasi perbankan
sejak ia bergabung pada tahun 2015, sebagian besar gagal membuahkan hasil.

Belum
lama ini, Bramson bertemu dengan Staley di New York. Bramson mengajukan
proposal proses penyelesaian strategis bagi Barclays.

“Bramson
kemungkinan akan menyerukan Barclays untuk mengembalikan dana kepada pemegang
saham sebanyak 25 miliar atau setara sekitar US$ 33,5 miliar,” kata sumber Financial Times lagi.

 

(HAP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lanskap Ancaman Siber 2026: Satu Juta Akun Bank Bocor akibat Ledakan Infostealer

Lanskap keamanan finansial global sedang mengalami pergeseran paradigma yang mengkhawatirkan. Laporan terbaru dari Kaspersky mengungkapkan bahwa lebih dari satu...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img