Moneter.id – Dirjen Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Kementerian
Tenaga Kerja (Kemenaker), Maruli Hasoloan menyatakan Kemenaker RI mencatat, ada
sebanyak 86 ribu Tenaga Kerja Asing (TKA) yang telah masuk ke Indonesia saat
ini. Dari ribuan perkerja asing itu, mayoritas berasal dari Cina.
“Angka yang menyebut TKA mencapai 10 juta orang adalah kabar
bohong alias hoax,” katanya, Rabu (4/07)
Ia menjelaskan, TKA sampai sekarang masih 86 ribu orang.
Isunya memang ada 10 juta, tapi itu kami pastikan enggak ada, bohong. Mereka (TKA) ini kan tidak menetap, habis
masa kerja ya pulang.
Maruli
berkomentar, masyarakat tidak perlu panik dengan adanya TKA. Sebab, prioritas
pemerintah masih tetap untuk tenaga kerja Indonesia.
“Tenaga
asing waktunya terbatas, tergantung dari perusahaan tempatnya bekerja. Khusus
untuk yang di daerah-daerah yang proyek paling lama cuma enam bulan. Dan itu
pun kami awasi,” ujarnya.
Lebih
lanjut, Maruli mengatakan, isu keberadaan TKA tak perlu dibesar-besarkan, sebab
keberadaan mereka telah ada sejak jaman dulu.
“Dari
dulu sudah banyak TKA, dari zaman pak Harto (Soeharto), pak BJ Habibie, bu
Megawati, SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dan sekarang. Kenapa
dibesar-besarkan,” ujarnya.
Ia
mengakui, jumlah TKA terbanyak berasal dari China yang kemudian disusul
dari negara Jepang, Korea dan Malaysia. Mereka yang datang adalah tenaga ahli
yang mengusai bidangnya masing-masing.
“China
kan negara besar investainya banyak dimana-mana. Namun tetap orang Indonesia
yang kita utamakan, jadi jangan khawatir,” pungkasnya.
(HAP)




