Kamis, Juni 4, 2026

Bawa Misi Ekonomi Berkelanjutan, Tim Wushu Indonesia Sukses Sabet 19 Medali di Brasil

Must Read

Moneter.id – Tim Wushu
Indonesia pada ajang Kejuaran Dunia Wushu Junior ke-7 (7th World Junior Wushu
Championships) di Brasilia, Brasil yang berlangsung pada 9-15 Juli 2018 menyabet
19 medali dari berbagai nomor pertandingan, terdiri dari 2 medali emas, 10
medali perak, dan 7 medali perunggu.

“Kami sangat
merasa bersyukur, bangga, dan berterima kasih terhadap capaian dari tim wushu
kita yang telah berlaga di Brasil tersebut. Prestasi yang membawa nama baik
bangsa di kancah internasional ini juga menjadi kado bagi seluruh masyarakat
Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Umum
Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) di Jakarta, Senin (16/7).

Airlangga
meyakini, seluruh atlet wushu binaannya telah memiliki mental juara sehingga
akan terus mempersembahkan hasil yang unggul. Apalagi, wushu menjadi salah satu
cabang olahraga andalan Indonesia di setiap ajang bergengsi baik itu yang
diselenggarakan di dalam maupun luar negeri.

Oleh
karenanya, PB Wushu Indonesia semakin memacu semangat para atlet besutannya
agar tetap menjadi kebanggaan bagi semua bangsa Indonesia. “Sebagai tuan rumah
Asian Games nanti, kita juga harus sukses dalam penyelenggaraan dan prestasi.
Kami optimistis tim wushu kita akan berkontribusi besar dalam mendulang medali
emas bagi Indonesia di Asian Games 2018,” tegasnya.

Sementara
itu, di tengah keberhasilan meraih prestasi yang gemilang di Brasilia,
menariknya tim wushu Indonesia juga membawa misi baik untuk menyosialisasikan
konsep ekonomi berkelanjutan melalui seragam yang digunakan.

Uniform Merah Putih dibuat dari barang bekas
botol plastik (pet recycled bottle).
Jadi, tim wushu kita ikut berkampanye untuk ekonomi berkelanjutan dan mendorong
daur ulang untuk sampah plastik. Seragam ini disiapkan oleh PT Indorama,” papar
Airlangga.

Menperin
menyampaikan, Pemerintah Indonesia sedang gencar menggalakkan konsep circular economy di berbagai aspek
kehidupan. Upaya ini guna mentransformasi dari konsep linear economy yang hanya menganut prinsip produksi, penggunaan,
dan pembuangan untuk menggunakan potensi setiap material.

Sementara
itu, konsep utama circular economy
lebih dikenal melalui prinsip 5R. Prinsip ini antara lain dilakukan melalui reduce atau pengurangan pemakaian
material mentah dari alam. Selain itu, reuse
atau optimasi penggunaan material yang dapat digunakan kembali, daur ulang (recycle), perolehan kembali (recovery), dan perbaikan (repair).

Lebih lanjut,
pendekatan yang digunakan dalam circular
economy
adalah holistik dan multi stakeholder. “Jadi, melalui prinsip 5R, ekstraksi material mentah
dari alam jauh lebih efektif dan efisien. Selain itu, limbah juga dapat
dikurangi,” jelas Airlangga.

Hal tersebut
sejalan dengan langkah Kementerian Perindustrian yang melaksanakan program
industri hijau sesuai amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang
Perindustrian. “Industri manufaktur berperan penting dan memberikan dampak luas
dalam mewujudkan circular economy di
Indonesia, tegasnya..

Konsep circular economy juga
dinilai berkontribusi besar dalam mengimplementasikan pola produksi dan konsumsi
berkelanjutan yang menjadi tujuan ke-12 Sustainable
Development Goals
(SDGs). Upaya mendaur ulang sampah kemasan yang
selanjutnya dapat menggantikan sebagian bahan baku murni sebuah produk
diharapkan dapat menciptakan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Informasi
saja, berdasarkan catatan PB Wushu Indonesia, sebanyak 20 atlet wushu junior
yang dikirim ke Brasilia tersebut, terdiri dari 12 atlet Taolu dan 8 atlet
Sanda. Sementara itu, ke-19 medali yang diraih, dua medali emas disumbangkan
oleh Jevon Lionel Koeswoyo di nomor Taiji Jian A dan Lawrence Dean Kurnia di
nomor Dao Shu C.

Selanjutnya,
medali perak dikalungkan kepada Nadya Permata Setiawan di nomor Changquan A,
Gunshu A dan Dao Shu A, kemudian Jevon L. Koeswoyo di nomor Taijiquan B, Joceline
Candra Kanti Tara di nomor Nan Gun B dan Nan Dao B, Aqila Ghaida Fuaizah di
nomor Dau Shu C, Ahmad Ghifari Fuaiz di nomor Jian Shu A, Tharisa Dea
Florentina di nomor Sanda kelas 52 kg junior, serta Bintang Reindra di nomor
Sanda kelas  52 kg Children.

Untuk medali
perunggu, diperoleh Thalia Marvelina Tanzil di nomor Gunshu C, Nelson Louis
Fernando di nomor Jian Shu B, Patricia Geraldine di nomor Jian Shu B, Ahmad
Gifari Fuaiz di nomor Qiang Shu A, Joceline Candra di nomor Nanquan B, Fani
Febriyanti di nomor Sanda 48 kg Pi, serta Laka Anak Sasongko di nomor Sanda
56kg Pa.

 

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pemerintah Fokus Jaga Kekuatan Fondasi Ekonomi Indonesia

Pemerintah menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Kekuatan fondasi ekonomi nasional tersebut diyakini akan menjadi faktor utama yang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img