Moneter.id – Direktur
Consumer Banking PT Bank Tabungan Negara Budi Satria menegaskan, bahwa BTN siap
mengambil alih (take over) Kredit
Pemilikan Rumah (KPR) dengan skema penyaluran dana Fasilitas Likuiditas
Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada sejumlah bank yang ‘jalan ditempat’ alias mandek.
“Kami siap, bila PPDPP
Kementerian PUPR menunjuknya,” ucap Budi, Minggu (5/8).
Ia menjelaskan, tahun ini
BTN kembali mendapat persetujuan dari menteri keuangan untuk menjadi salah satu
bank pelaksana penyalur dana FLPP.
“Pada tahun 2017, BTN hanya
menyalurkan KPR Subsidi dengan skema Subsidi Selisih Bunga (SSB), setelah
pemerintah memangkas anggaran penyaluran KPR skema FLPP hingga lebih
separuhnya,” ujarnya.
Adapun khusus untuk KPR
subsidi Bank BTN sudah mendistribusikan pinjaman untuk 297.044 unit rumah
dengan nilai Rp17,15 triliun.
Untuk semester I/2018, Bank
BTN mengucurkan KPR subsidi dengan skema Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan
bantuan uang muka. Namun pada semester II/2018 BTN akan menyalurkan kredit
dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
“Dengan adanya FLPP
tersebut diharapkan akan meningkatkan kapasitas kredit perseroan sehingga
masyarakat dapat memiliki rumah yang layak dengan cara mudah, cepat dan
murah sekaligus dapat mempercepat pencapaian program satu juta rumah,”
ucapnya.
Untuk diketahui, PPDPP
Kementerian PUPR bakal melakukan evaluasi atas penyaluran dana FLPP yang
dianggap masih berjalan kurang cepat.
“Dari hasil evaluasi 40 bank yang saat ini
bekerjasama untuk menyalurkan dana FLPP sampai dengan semester I, terdapat 8
bank yang belum menyalurkan dana FLPP secara maksimal,” jelas Direktur
Utama PPDPP Kementerian PUPR Budi Hartono.
Delapan bank pelaksana tersebut terdiri dari tiga bank
umum nasional dan lima bank pembangunan daerah yang belum menyalurkan. “Kita
akan cek alasannya kenapa belum menyalurkan,” ungkap Budi.
Tahun ini, PPDPP bekerja sama dengan 40
bank pelaksana, terdiri dari sembilan bank umum nasional dan 31 bank
pembangunan daerah dalam penyaluran dana FLPP.
Dalam waktu dekat, BTN dan Hana Bank akan
segera bergabung menjadi bank penyalur dana FLPP sehingga jumlahnya menjadi 42
bank.
Sementara itu, realisasi penyaluran dana FLPP sejak 2010
hingga 31 Juli 2018, mencapai RP32,36 triliun, dengan 532.283 unit rumah.
Adapun penerima FLPP tahun ini sebanyak 12.455 unit rumah senilai Rp1,43
triliun.
(HAP)




