Moneter.id – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) membukukan
pendapatan sebesar US$ 1,62 miliar di semester I/2018. Raihan ini tumbuh 14,89%
dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai US$1,41miliar.
Berdasarkan informasi
perseroan, Rabu, (22/8) dijelaskan, laba bersih perseroan tercatat US$145,94
juta atau melesat hingga 191,8% dibandingkan dengan semester I/2017 senilai
US$50 juta.
Sekretaris Perusahaan
PGN, Rachmat Hutama mengatakan, kontribusi terbesar bagi pendapatan dan laba
bersih PGN selama paruh pertama tahun ini berasal dari pendapatan distribusi
gas bumi sebesar US$1,27miliar dan penjualan minyak dan gas (migas) US$308juta.
“Pada semester
I/2017, pendapatan dari distribusi gas bumi US$1,16miliar, sedangkan dari
penjualan migas senilai US$212juta,” ucap Rachmat.
“Kami akan bekerja
keras untuk mensukseskan integrasi PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai anak
usaha PGN,” kata Rachmat.
Hingga akhir Juni
2018, lanjut Rachmat, volume gas bumi yang didistribusikan PGN termasuk di
dalamnya anak usaha PT Gagas Energi Indonesia ke pelanggan mencapai sebanyak
835,56 BBTUD, naik 11,55% dibandingkan dengan realisasi semester pertama tahun
lalu sebanyak 749,02 BBTUD.
Sementara itu, volume
gas yang ditransportasikan melalui jaringan pipa PGN dan anak usahanya PT
Kalimantan Jawa Gas total sebanyak 727,4 BBTUD, naik sedikit dibandingkan
dengan volume penyaluran gas semester I/2017 sebesar 723,9 BBTUD.
Seluruh energi baik
tersebut disalurkan oleh PGN dan anak-anak usaha yaitu PT Kalimantan Jawa Gas,
PT Transportasi Gas Indonesia, dan PT Gagas Energi Indonesia ke berbagai segmen
pelanggan. Mulai dari industri besar dan pembangkit listrik, pelanggan
komersial (hotel, restoran, rumah sakit), Usaha Kecil Menengah (UKM), dan
pelanggan rumah tangga.
”Jumlah pelanggan PGN
bertambah signifikan. Sampai akhir semester I/2018, total pengguna gas bumi
kami sebanyak 203.151 pelanggan. Naik 16,96% dibandingkan dengan total
pelanggan pada semester I/2017 sebanyak 173.681 pelanggan,”ujar Rachmat.
Perseroan
mengungkapkan, pelanggan tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera
Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa
Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong Papua.
“Sejalan dengan upaya
pemerintah meningkatkan perekonomian nasional, PGN optimistis kinerja
perusahaan juga akan semakin baik. Meskipun kondisi perekonomian mengalami
perlambatan, PGN tetap mengembangkan infrastruktur gas bumi untuk memperluas
pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat,” ucap Rachmat.
PGN akan tetap
agresif membangun infrastruktur gas bumi untuk meningkatkan pemanfaatan
produksi gas nasional. Selama semester I/2018, perusahaan yang dipimpin Jobi
Triananda Hasjim mampu menyelesaikan pembangunan pipa sepanjang lebih dari 87
km sehingga panjang pipa yang dikelola PGN berjumlah 7.540 km.
Selain itu, jika
jaringan pipa PGN ditambah dengan pipa Pertagas sepanjang 2.223 km, maka secara
total panjang pipa PGN mencapai 9.763 km atau setara dengan 96% pipa gas bumi
hilir nasional.
Selama semester
I/2018, PGN juga berhasil menyelesaikan sejumlah proyek dengan tepat waktu
seperti penyaluran gas pembangkit listrik Muara Karang, pengembangan jaringan
pipa distribusi ke wilayah Karawang, dan pemasangan infrastruktur gas customer
attachment di seluruh wilayah kerjanya, serta menyelesaikan pembangunan
jaringan pipa distribusi Duri-Dumai.
(TOP)




