Senin, Maret 2, 2026

BPS: Ekonomi Banten Naik 5,59 Persen di Triwulan II/2018

Must Read

Moneter.id – Ekonomi Banten meningkat 5,59% pada triwulan
II/2018 yang didukung semua lapangan usaha, kecuali pertanian, kehutanan dan
perikanan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Agoes Soebeno
mengatakan pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Transportasi dan Pergudangan
sebesar 8,72%, diikuti Informasi dan Komunikasi sebesar 8,48%, dan jasa lainnya
sebesar 8,25%.

     
Perekonomian Banten berdasarkan besaran Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II/2018 mencapai
Rp151,80 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp107,29 triliun.

     
“Struktur PDRB Banten menurut lapangan usaha atas dasar harga
berlaku pada triwulan II/2018 belum menunjukkan perubahan yang berarti,” ucap Soebeno,
Sabtu (25/8).

Soebeno menjelaskan, PDRB Banten masih
didominasi oleh sektor industri pengolahan; perdagangan besar dan eceran;
reparasi mobil dan sepeda motor; serta transportasi dan pergudangan.

     
Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi
Banten triwulan II/2018 (y-on-y), industri pengolahan memiliki sumber
pertumbuhan tertinggi sebesar 1,35%, diikuti perdagangan besar dan eceran;
reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 0,97%; real estate sebesar 0,67%;
konstruksi sebesar 0,66%; serta transportasi dan pergudangan sebesar 0,58%.

     
Secara kumulatif, ekonomi Banten hingga Semester I/2018 telah
tumbuh sebesar 5,75% (c-to-c) dengan tingkat pertumbuhan tertinggi terjadi pada
lapangan usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 8,49%; Transportasi dan
Pergudangan sebesar 8,33% dan Jasa Lainnya sebesar 8,20%.

    
Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Banten terjadi
pada semua komponen pengeluaran, kecuali komponen Perubahan Inventori.
Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Total Net Ekspor sebesar 8,54%;
diikuti komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 7,01%.

     
Struktur PDRB Banten menurut pengeluaran atas dasar harga
berlaku pada triwulan II-2018 tidak menunjukkan perubahan yang berarti.
Aktivitas permintaan akhir masih didominasi oleh komponen pengeluaran Konsumsi
Rumahtangga yang mencakup lebih dari separuh PDRB Banten atau sebesar 52,31%.

     
Komponen lainnya yang memiliki peranan besar terhadap PDRB
secara berurutan adalah Komponen PMTB sebesar 31,01%; Total Net Ekspor sebesar
12,23%; dan pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 3,91%, sedangkan peranan
Komponen Pengeluaran Lembaga Non Profit (PK-LNPRT) dan Perubahan inventori
relatif kecil yaitu kurang dari 1%.

   
“Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi
Banten triwulan II/2018 (yoy), komponen pengeluaran konsumsi rumahtangga
merupakan komponen dengan andil tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi, yakni
sebesar 2,62%; diikuti Komponen Pengeluaran PMTB sebesar 2,15%; dan komponen
Total Net Ekspor yang memberikan andil sebesar 0,62%,” katanya.

     
Struktur perekonomian Provinsi se-Jawa pada triwulan II/2018
masih didominasi oleh Provinsi DKI Jakarta yang memberikan kontribusi terhadap
Produk Domestik Regional Bruto se-Jawa sebesar 29,84%, kemudian diikuti oleh
Provinsi Jawa Timur sebesar 24,83%, Provinsi Jawa Barat sebesar 22,30%.
Sementara itu, Provinsi Banten memberikan kontribusi sebesar 6,92%. 

 

(TOP/Ant)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Alokasikan Dana Tunai Rp65,7 Triliun Guna Penuhi Kebutuhan Transaksi Ramadan dan Idulfitri 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan kesiapannya dalam mendukung kelancaran transaksi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img