Kamis, Januari 15, 2026

IA-CEPA Resmi Dideklarasikan, Tonggak Bersejarah Hubungan Ekonomi Indonesia – Australia

Must Read

Moneter.id – Setelah enam tahun melakukan perundingan, akhirnya Indonesia
dan Australia sepakat mendeklarasikan diselesaikannya perundingan dagang
Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Melalui
perjanjian dagang ini, diharapkan akan membawa hubungan kedua negara ke tingkat
yang lebih tinggi.

Penandatanganan Declaration dilakukan oleh Menteri
Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata dan
Investasi Australia, Simon Birmingham dengan disaksikan oleh Presiden Joko
Widodo dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison di Bogor pada Jumat,
(31/8).

“Penyelesaian IA-CEPA ini merupakan tonggak sejarah baru
dalam hubungan ekonomi Indonesia – Australia. IA-CEPA sebuah kemitraan
komprehensif kedua negara di bidang perdagangan barang, jasa, investasi, serta
kerja sama ekonomi. IA-CEPA dengan Australia ini mencakup juga kerja sama
bagaimana kedua negara dapat tumbuh bersama memanfaatkan kekuatan masing-masing
dan menciptakan kekuatan ekonomi baru di kawasan,” kata Mendag.

IA-CEPA merupakan momentum untuk menunjukan kepada dunia
bahwa arah kebijakan ekonomi dan perdagangan Indonesia adalah terbuka. “Melalui
IA-CEPA, Indonesia ingin menjadi bagian dari rantai nilai global, sehingga
dapat bersaing dengan negara lain di kawasan yang telah memiliki FTA yang lebih
banyak dibandingkan Indonesia,” tegas Mendag.

Lebih lanjut, Mendag menyatakan bahwa di tengah-tengah
situasi ekonomi global yang tidak menentu dan kebijakan proteksi di beberapa
negara, perjanjian dagang seperti IA-CEPA ini diharapkan mendorong daya saing
Indonesia sehingga dapat berkompetisi secara global.

Sementara, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan
Internasional, Iman Pambagyo menambahkan, IA-CEPA memiliki beberapa keuntungan
bagi Indonesia. Dalam hal perdagangan barang, ekspor Indonesia akan meningkat
ke Australia, karena Australia telah memberikan komitmen untuk mengeliminasi
bea masuk impor untuk seluruh pos tarifnya menjadi 0%.

“Beberapa produk Indonesia yang berpotensi untuk
ditingkatkan ekspornya antara lain produk otomotif (khususnya mobil listrik dan
hybrid), kayu dan turunannya termasuk furnitur, tekstil dan produk tekstil,
ban, alat komunikasi, obat-obatan, permesinan, dan peralatan elektronik,” ucap
Iman.

Sementara itu, untuk sektor industri atau manufaktur,
Indonesia dapat mengakses bahan baku dasar atau penolong produksi yang lebih
murah dan berkualitas untuk kemudian diekspor ke negara ketiga.

“Salah satu fokus kemitraan di bawah IA-CEPA adalah di
sektor pendidikan dan kesehatan. Kemitraan kedua negara diharapkan mendorong
peningkatan kualitas, daya saing, maupun pelayanan melalui investasi Australia di
kedua sektor ini,” bebernya.

Selain itu, kata Iman, sesuai arahan Presiden Joko
Widodo, fokus dari kabinet ini adalah meningkatkan ketrampilan tenaga kerja
Indonesia sehingga mendukung proses industrialisasi, dalam hal ini kedua negara
bermitra dalam hal pengembangan sekolah kejuruan di Indonesia.

“Melalui IA-CEPA ini terdapat program peningkatan standar
profesi Indonesia yang akan dimulai dengan pengakuan bersama di sektor
engineering, kesehatan, dan pendidikan. Nantinya standar dan kompetensi tenaga
kerja Indonesia akan terus meningkat dan bertaraf internasional serta berdaya
saing sehingga dapat menyuplai kebutuhan pasar tenaga kerja gobal,” jelas Iman.

Untuk memastikan manfaat IA-CEPA agar bias dinikmati oleh
pelaku usaha secara maksimal, kedua negara akan membuat program kerja sama
(economic cooperation) guna meningkatkan kapasitas dan daya saing Indonesia khususnya
di bidang pangan, hortikultura, industri kreatif, pariwisata, dan kesehatan.

Kerja sama ekonomi ini terbagi dalam jangka pendek,
menengah, dan panjang. Setelah penandatangan IA-CEPA ini proses selanjutnya
adalah legal scrubing untuk memastikan konsistensi hokum dan penerjemahan
(bahasa Inggris dan Indonesia).

Setelah selesai, tahapan selanjutnya adalah melalui
proses domestik (ratifikasi) di kedua negara, kemudian perjanjian IA CEPA dapat
berlaku secara resmi.

Kilas balik perundingan IA-CEPA

Pada tahun 2005, Presiden RI dengan Perdana Menteri
Australia sepakat untuk meningkatkan hubungan perdagangan melalui pembentukan
kemitraan ekonomi yang komprehensif dan berkelanjutan, melalui Joint
Declaration on Comprehensive Partnership. Peluncuran IA-CEPA (Putaran 1)
dilaksanakan pada 2 November 2010, oleh Presiden RI dan PM Australia di
Jakarta.

Namun Perundingan IA-CEPA sempat terhenti pada tahun 2013
disebabkan dinamika politik kedua negara pada saat itu. Pada tanggal 16 Maret
2016, IA-CEPA direaktivasi. Perundinganputaran terakhir IA CEPA ke-12
dilaksanakan di Jakarta, bulan Juli 2018. IA-CEPA memiliki keunggulan yaitu
melibatkan pelaku usaha sejak awal, melalui Indonesia-Australia Business
Partnership Group (IA-BPG).

“Para pelaku usaha
terus memberikan pandangan dan masukan mulai dari awal studi kelayakan IA-CEPA
dan selama berlangsungnya proses perundingan,” pungkas Iman.
 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

REDMI Note Series Tembus 460 Juta Unit Pengiriman Global

REDMI Note Series menjadi kontributor besar dengan total pengiriman lebih dari 460 juta unit di lebih dari 100 negara...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img