Moneter.id – PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) terus
mengoptimalkan produksi dan menggenjot penjualan komersial dengan melakukan
produksi kembali atau restarting
proyek Chemical Grade Alumina (CGA) di pabrik Tayan, Kalimantan Barat (Kalbar).
Direktur
Operasi PT Antam Tbk, Hari Widjajanto mengatakan, restarting proyek Chemical Grade Alumina diharapkan komersialisasi
dapat dilakukan pada November 2018.
”Oktober kami akan restarting
produksi, November bisa mulai penjualan komersial,” ujarnya, Minggu (23/9).
Ia
menjelaskan, pabrik CGA Tayan sudah berhenti beroperasi selama setahun seiring
dengan rencana pengalihan saham.
“Fasilitas tersebut menghasilkan CGA yang digunakan untuk
memproduksi bahan pendukung komponen elektronik,” ucapnya.
Corporate
secretary ANTM, Aprilandi Hidayat Setia menambahkan, perusahaan
masih dalam proses pengambilalihan 20% saham PT Indonesia Chemical Alumina
(ICA) yang mengoperasiokan pabrik CGA Tayan dari Showa Denko K.K (SDK) Jepang.
Adapun, 80% saham lainnya sudah dipegang Antam.
”Antam dan SDK sudah sepakat perihal pengambilalihan 20%
saham ICA. Tapi ada beberapa proses penyelesaian dari lenders,” tuturnya.
Menurutnya,
di tengah aksi pengalihan saham, rencana operasional Tayan masih akan berjalan.
Proses commissioning akan berlangsung pada September—Oktober 2018. Sebelumnya,
perseroan telah mengeluarkan dana prelimenary sebesar Rp 1,24 miliar pada bulan
Agustus 2018 lalu.
“Kegiatan eksplorasi komoditas emas, nikel dan bauksit
dilakukan di dua tempat, yakni di Pongkor dan Cibaliung,” bebernya.
Ia
menjelaskan, kegiatan yang dilakukan di Pongkor adalah model geologi dan pengeboran.
Sedangkan di Cibaliung kegiatan yang dilakukan yaitu pemetaan geologi dan
pengukuran lintasan geofisika. Total biaya eksplorasi prelimenary emas ANTM
pada bulan lalu mencapai Rp 700,63 juta.
(TOP)




