Kamis, Januari 15, 2026

Indonesia Mau Jadi Negara Maju? Tingkatkan Wirausaha dan IKM di Era Digital

Must Read

Moneter.id – Indonesia membutuhkan sedikitnya 4 juta wirausaha baru untuk
turut mendorong penguatan struktur ekonomi. Sebab, saat ini
rasio wirausaha di dalam
negeri masih sekitar 3,1
%
dari total populasi penduduk.

“Maka
itu, agar Indonesia menjadi negara maju, pemerintah terus memacu pertumbuhan wirausaha
termasuk industri kecil dan menengah (IKM), sekaligus meningkatkan
produktivitas dan daya saingnya di era digital,” kata Menteri Perindustrian
Airlangga Hartarto pada acara
Pesta Retail Nasional di ICE BSD, Tangerang, Kamis (22/11)
malam.

Meskipun
rasio wirausaha di Indonesia sudah melampaui standar internasional, yakni
sebesar 2
%,
Indonesa perlu menggenjot lagi untuk mengejar capaian negara tetangga. Misalnya,
Singapura saat ini sudah mencapai angka 7
%,
sedangkan Malaysia berada di level 5
%.
Apabila dihitung dengan populasi penduduk Indonesia sekitar 260 juta jiwa,
jumlah wirausaha nasional mencapai 8,06 juta jiwa.

Menperin
menjelaskan, dalam menghadapi era revolusi industri 4.0, pihaknya telah
menggagas platform e-commerce
bertajuk e-Smart IKM. Ini sebagai salah satu upaya strategis pemerintah guna
membangun sistem database IKM yang
diintegrasikan melalui beberapa marketplace
yang sudah ada di Indonesia.

Revolusi
industri 4.0 memang sesuatu tantangan yang harus kita persiapkan dengan matang,
misalnya melalui program pengembangan IKM berbasis digital,” ungkapnya.

Sejak
diluncurkan pada Januari 2017, peserta yang telah mengikuti e-Smart IKM lebih
dari 4.000 pelaku usaha dengan total omzet sudah mencapai Rp1,3 miliar.

Di
samping itu, pemerintah juga menggulirkan program Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa
Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif). Ini merupakan program dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk penyediaan layanan
perbankan atau layanan keuangan lainnya melalui kerja sama dengan pihak lain
(agen bank), dan didukung dengan penggunaan sarana teknologi informasi.

“Laku
Pandai juga salah satu platform digital
untuk jualan tanpa barang kelihatan, seperti voucher pulsa telepon atau
listrik. Ini bisa menambah profit pelaku usaha kita,” imbuhnya.

Menperin juga memberikan apresiasi kepada PT HM Sampoerna
yang telah bekerja keras untuk memberdayakan usaha kecil dan menengah (UKM) di
Indonesia

melalui program Sampoerna Retail Community (SRC).

”Dengan pengembangan platform
digital
, maka SRC juga tidak perlu takut untuk berkompetisi dengan pasar
modern atau mini market. Kemampuan bersaing yang sudah dimiliki, harus terus
dikembangkan. Ternyata dengan pemanfaatan teknologi digital, ada yang omzetnya sampai
naik 8 kali lipat,” paparnya.

Hingga kini, SRC telah mencakup 90 ribu peritel dari 34
provinsi dan 480 kabupatan/kota di Indonesia. 
Berdasarkan
data Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), pertumbuhan industri ritel
pada kuartal I
/2018
mencapai 7-7,5
% dan
berkontribusi hingga 60
%
untuk perekonomian nasional. Peritel yang berbasis UKM ini juga memberi dampak
terhadap kualitas hidup masyarakat di sekitarnya, antara lain melalui
penyerapan tenaga kerja.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img