Moneter.id – Penyediaan informasi mengenai
peluang pasar produk dan jasa di negara tujuan ekspor yang aktual, akurat dan
tajam untuk keperluan pelaku usaha di dalam negeri merupakan salah satu syarat
yang harus dipenuhi untuk mencapai target peningkatan ekspor Indonesia.
Tersedianya sebuah market intelligence
yang baik merupakan kunci utama dalam pengembangan pasar untuk produk dan jasa
Indonesia serta dasar untuk memilih strategi dalam upaya memenangkan persaingan
perdagangan internasional.
Terkait hal itu, Direktorat
Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan
bersama-sama dengan Center for the Promotion of Imports from Developing
Countries (CBI) dan 14 perwakilan perdagangan – Atase Perdagangan
(Atdag) dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di wilayah
Eropa, Amerika, dan Afrika melakukan on the job workshop di
kota Den Haag dan kota Frankfurt pada tanggal 26-29 November 2018.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk
mempertajam metode penggalian informasi pasar secara langsung dari tangan pertama
yaitu buyers dan tenaga ahli maupun sumber-sumber tertutup di lapangan selain
dari sumber terbuka seperti dari pameran dagang.
“Laporan market intelligence idealnya berisi tentang informasi mengenai
proyeksi trend, inovasi dan perkembangan struktur pasar dalam beberapa tahun
mendatang sehingga pelaku usaha Indonesia memiliki gambaran tentang kompetisi
yang akan terjadi dan strategi yang perlu dibangun untuk menghadapi situasi
tersebut”, ujar Marolop Nainggolan, Direktur Kerjasama Pengembangan Ekspor, di
pameran Health and Natural Ingredients Europe 2018 di Frankfurt, Jerman, Kamis
(29/11).
Marolop menjelaskan, informasi
mengenai perkembangan pasar dan berbagai latar belakang terbentuknya sebuah
permintaan di pasar tidak serta merta dapat ditemukan secara mudah, tetapi perlu
digali dari sumber-sumber yang memang memiliki kecakapan dan pengetahuan di
bidangnya. Para buyers utama di pasar yang seringkali sulit diketahui dan
ditemui, pengamat, tokoh industri serta akademisi dan tenaga ahli merupakan
sumber-sumber informasi yang penting.
“Diperlukan keahlian tertentu
dalam mengamati situasi maupun untuk mengenali narasumber yang tepat sesuai
dengan kebutuhan. Oleh karena itulah, peran para Atase Perdagangan dan ITPC
menjadi sangat penting menjadi agen-agen ujung tombak pemasaran kita di
lapangan. Mereka dapat diibaratkan sebagai “antena” atau “radar” di pasar
tujuan ekspor untuk dapat memberikan informasi yang lebih baik dari yang
tersaji di mesin pencari Google”, lanjut Marolop
Para Atdag dan ITPC juga perlu
melakukan pengamatan yang teliti dan berkesinambungan terhadap para pesaing dan
perkembangan teknologi produksi terkini.
Sebagai salah satu kegiatan
simulasi dan praktek uji coba melakukan market intelligence via trade
fair di pameran Health Ingredients Europe and Natural
Ingredients 2018 tanggal 27-29 November 2018 di Frankfurt Messe,
Jerman.
Pameran ini dipilih karena
Indonesia dianggap memiliki peluang besar untuk mendorong ekspor natural
ingredients ke pasar Eropa yang saat ini permintaannya terus meningkat, khususnya natural
ingredients for food supplement dan seaweed.
Pameran dagang internasional
merupakan salah satu venue yang sangat baik untuk menggali informasi pasar yang
terbaru dan komprehensif. Kesempatan mengunjungi pameran tidak hanya dapat
mengidentifikasi pesaing, pemain utama dan pemain baru, tetapi juga sebuah
kesempatan melihat berbagai inovasi yang akan menjadi trend di waktu
mendatang.
“Dalam kesempatan ini para Atdag
dan Pejabat ITPC menghadiri berbagai seminar dan konferensi, sekaligus membangun
jejaring dengan para tenaga ahli, narasumber, serta potential buyers yang
kredibilitasnya tidak perlu dipertanyakan. Mereka juga menggali informasi akan
proyeksi trend ke depan dan menggali tips dan trik untuk menghadapi persaingan
di masa yang akan datang” tambah Marolop.
Informasi terbaru (updated) dari
lapangan yang disajikan oleh Atdag dan pejabat ITPC juga tidak serta merta
memiliki pengaruh atau manfaat jika tidak sampai ke pelaku usaha yang tepat
melalui penyajian yang menarik. Oleh karena itu dalam kegiatan ini, para Atdag
dan pejabat ITPC juga dididik agar mampu menyajikan laporan market intelligence
yang applicable, tidak hanya melalui narasi kata, tetapi juga secara visual
melalui penyajian foto dan video.
“Kami, dalam hal ini Kementerian
Perdagangan, berupaya menghindari cara-cara lama yang menyajikan
laporan dalam bentuk buku tebal, melainkan melalui pemyajian foto-foto dari
lapangan, infografis dan videografis yang ringkas, padat, dan menarik,” ucap Marolop.
Menurutnya, informasi penting
apabila disajikan secara menarik dan didistribusikan ke segmen pelaku usaha
yang tepat maka akan menjadi alat pengambilan keputusan dagang yang jitu.
Sekedar informasi, beberapa
alasan bekerjasama dengan CBI untuk melaksanakan kegiatan ini adalah karena CBI
merupakan salah satu organisasi di Eropa yang menyediakan informasi market intelligence dan dapat diakses
secara bebas. Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) dan
CBI telah bekerja sama sejak tahun 2013 untuk mendorong ekspor ke pasar Eropa.
Pertemuan kali ini sekaligus dipergunakan oleh DJPEN dan CBI merancang
program dan kerjasama selanjutnya di tahun mendatang untuk sektor Natural
Ingredients and Home Decor diawali oleh Market Intelligence
Workshop ini.




