Moneter.id – Bank Pembangunan Daerah jawa Tengah (Bank Jateng) Cabang
Pekalongan, Jawa Tengah, dibobol oleh pegawainya sendiri dengan total nilai
kerugian hingga Rp4,4 miliar.
Mantan pegawai Bank Jateng Cabang Pekalongan, M.Fredian
Husni, diadili dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (4/11) yang
mengagendakan pemeriksaan saksi. Saksi yang dihadirkan dalam kesempatan itu,
yakni Pimpinan Bank Jateng Cabang Pekalongan Aris Joko Priyanto.
Aris menjelaskan terdakwa merupakan petugas teller kantor
kas keliling yang bertugas pada pengisian mesin ATM. “Bank Jateng
Pekalongan memiliki 9 mesin ATM, 6 di antaranya menjadi tanggung jawab terdakwa
dalam pengelolaannya,” katanya dilansir Antara, Selasa (4/11).
Dalam pengelolaannya, lanjut Aris, terdakwa juga bertugas
dalam proses pengisian uang ke dalam mesin ATM. “Tindak pidana yang dilakukan
terdakwa sendiri, berlangsung selama kurun waktu Mei 2017 hingga Mei 2018,”
ucapnya.
Dugaan pencurian itu sendiri terungkap setelah adanya
audit internal yang menemukan kesalahan prosedur dalam proses pengisian mesin
ATM. Selain itu, ditemukan pula transaksi tidak wajar dalam pengelolaan ATM
yang dilakukan terdakwa.
Dalam pemeriksaan internal, terdakwa mengakui telah
mengambil uang yang menjadi bagian dalam pengelolaan mesin ATM itu dengan nilai
total mencapai Rp4,4 miliar.
“Terdakwa mengaku uang itu untuk bermain judi online. Hingga saat ini belum ada yang
dikembalikan oleh terdakwa,” katanya.




