Minggu, Maret 1, 2026

Industri Minuman Olahan Indonesia Berpotensi Dikembangkan

Must Read

Moneter.id – Menteri
Perindustrian
(Menperin) Airlangga
Hartarto mengemukakan, Indonesia sebagai negara tropis penghasil buah
-buahan mempunyai potensi dalam
pengembangan

industri olahan
untuk
produk buah dalam kaleng, minuman sari buah,
manisan buah, selai dan lain-lain. Untuk itu, diperlukan
penerapan teknologi terkini agar dapat meningkatkan nilai tambah bahan baku
dalam negeri dan produk
berdaya
saing tinggi.

Konsumsi olahan
buah masyarakat Indonesia yang masih rendah memiliki peluang besar untuk terus
ditingkatkan seiring dengan meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat dan
meningkatnya penghasilan masyarakat
,” ujarnya di Banten, Tangerang, Rabu (12/12).

Menperin
menambahkan, pihaknya
berkomitmen untuk membangun industri manufaktur nasional yang berdaya
saing global melalui percepatan implementasi
industri 4.0. Revolusi industri 4.0 tidak hanya berpotensi luar biasa
dalam merombak industri manufaktur, tetapi juga mengubah berbagai aspek
kehidupan manusia.

“Kita telah melihat banyak negara,
baik yang maju maupun berkembang, telah memasukkan gerakan ini
ke
dalam agenda nasional mereka sebagai salah satu cara untuk meningkatkan daya
saing di pasar

global. Oleh karena itu, kita telah meluncurkan Making
Indonesia 4.0,” paparnya.

Baca juga: Pertama di Indonesia, PTSSP Terapkan Teknologi High Pressure Processing

Salah
satu t
arget di dalam peta jalan terebut,
yakni
Indonesia menjadi pemain utama industri makanan
dan minuman di dunia.
Fokus produk pada 3-5 tahun ke
depan salah satunya adalah olahan buah dan sayuran dengan tujuan utama
mengurangi ketergantungan impor bahan baku produk pertanian meningkatkan
efisiensi di seluruh rantai nilai industri melalui penerapan
industri 4.0,” jelas Airlangga.

Selain itu, dengan
menguasai teknologi yang menjadi ciri khas era Industri 4.0, antara lain artificial intelligence, internet of things, big data,
advanced robotics dan 3D printing.

“Diharapkan,
industri makanan dan minuman, mampu menjadi pengungkit dalam memacu pertumbuhan
industri manufaktur nasional, termasuk menciptakan lapangan kerja,” imbuhnya.

Kemenperin mencatat, industri
minuman mampu menunjukkan kinerja yang
membanggakan, dengan pertumbuhan sebesar 10,19% pada
periode Januari-September tahun 2018. Capaian ini jauh di atas pertumbuhan industri
nasional yang mencapai 5,17
% di periode yang sama.

Peran industri makanan dan minuman dalam perekonomian
Indonesia juga sangat signifikan. Hal ini terlihat dari kontribusi sektor
makanan dan
minuman
sebesar 35,73% terhadap PDB industri non-migas pada triwulan
III/2018
.

Sementara itu, pertumbuhan ekspor periode
Januari-September tahun 2018 untuk industri makanan
tumbuh
sebesar 3,22
% dan untuk industri minuman tumbuh sebesar 13,00%.
Bahkan,
industri makanan dan minuman mendominasi
penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur, yakni
sebanyak
3,3 juta orang atau sebesar 21,34
% dari total pekerja di bidang industri.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img