Kamis, Januari 15, 2026

Tahun Depan, Alfa Energi Investama Fokus Jualan di Dalam Negeri

Must Read

Moneter.id – PT Alfa
Energi Investama Tbk (FIRE)
berencana memacu pertumbuhan
penjualan dalam negeri ketimbang pasar ekspor pada 2019 mendatang. Pasalnya,
pasar ekspor masih lesu di tengah sentimen global.

”Saat ini, pasar ekspor
melemah, jadi tahun depan penjualan akan lebih fokus pada domestik karena cukup
bagus. Kami ingin memanfaatkan momentum pertumbuhan batubara domestik,” kata
Direktur Utama Alfa Energi Investama, Aris Munandar, Rabu (26/12).

Aris
menjelaskan, saat ini porsi penjualan batubara masih seimbang antara pasar
domestik dan ekspor. Kemudian kebutuhan batubara untuk pasar domestik pada
tahun depan diproyeksikan sebesar 114 juta ton, meningkat dibandingkan tahun
ini yang sebesar 100 juta ton.

“Selama
kuartal III/2018, penjualan batubara Alfa Energi sebesar 236.144 ton. Secara
total, dalam sembilan bulan terakhir, total penjualannya sebesar 528.696 ton,”
ujarnya.

Menurut Aris, target market
batubara Alfa Investasma adalah ke pembangkit listrik, baik milik Independent
Power Producer (IPP) maupun milik Perusahaan Listrik Negara (PLN). “Target
penjualan 2018 rencananya akan closing di sekitar 700.000 ton,” kata Aris.

Dari jumlah itu, 50%
batubara berasal dari produksi anak usaha, sedangkan 50% lainnya berasal dari
trading. Pada tahun depan, penjualan batubara Alfa Energi ditargetkan meningkat
menjadi 1 juta ton, dengan produksi dari anak usaha diproyeksikan bisa mencapai
800.000 ton-900.000 ton.

Produksi
batubara Alfa energi sebagian besar masih merupakan kalori rendah dengan 4.200
GAR, sedangkan batubara dengan kalori 5.500 GAR hanya sekitar 100.000 ton.
Seluruhnya, batubara kalori tinggi itu dijual ke pasar ekspor, yakni Korea
Selatan, Jepang Taiwan dan juga Vietnam.

Pada kuartal
II/2019, batubara kalori tinggi Alfa Energi akan semakin meningkat seiring
dengan telah berproduksinya tambang Blok M milik PT Alfara Delta Persada (ADP),
anak usha Alfa Energi, yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan
Timur, sejak September 2018 lalu. “Untuk Blok M Resources-nya sekitar 3 juta
ton, tapi kalorinya bagus, sekitar 5.800 GAR,” ujar Aris.

Yang jelas, per September
2018, Alfa Energi membukukan pendapatan sebesar Rp 490,71 miliar dari penjualan
batubara. Anghka itu naik signifikan dibanding periode sama tahun lalu yang ada
di angka Rp 87,27 miliar. “Target pendapatan 2018 diperkirakan akan bisa
closing sekitar Rp 700 miliar. Untuk labanya belum bisa memastikan, Tapi Rp 10
miliar mungkin bisa,” ungkapnya.

Sementara untuk belanja
modal atau capital expenditure (capex), Alfa Energi menganggarkan dana sebesar
US$ 5 juta. “Saat ini capex baru terserap 80%, yang dipakai untuk pengembangan
Blok M serta Pelabuhan ADP II dan sarana penunjang konektivitas lainnya,” tutup
Aris.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img