Jumat, April 17, 2026

Identitas Baru Tiga Emiten Milik Grup Bakrie, Tato Ekuitas Negatif

Must Read

Moneter.id – Tiga emiten milik Grup
Bakrie yakni, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bakrie Telecom
(BTEL) dan PT Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) memiliki indentitas baru
pada akhir tahun 2018, yakni tato E atau notasi untuk saham dari perusahaan
yang memiliki ekuitas negatif.

Khusus untuk Bakrie
Telecom, juga mendapat tato lain, yakni D atau notasi bagi emiten yang
mendapatkan opini tidak menyatakan pendapat (Disclaimer dari Akuntan Publik.

BNBR dan BTEL juga masuk dalam klub
gocap, yakni saham dengan harga Rp 50 dan tidak bergerak untuk kurun waktu
lama.

Selain itu, masih ada 3
emiten Bakrie lagi yang masuk klub gocap, yakni PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT
Bakrieland Development Tbk (ELTY), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

Saham BNBR telah tidak aktif
diperdagangkan sejak 13 September lalu, sementara BRMS dan BTEL tidak lagi
likuid sejak masing-masing 9 November dan sekitar November 2012. DEWA bertahan
di harga Rp 50 sejak 27 Maret sementara ELTY sejak Februari 2017.

Sebagai informasi, total
ada 35 emiten yang diberi notasi khusus agar investor sadar tentang kondisi
perusahaan tersebut. Sebagian besar dari emiten tersebut memiliki ekuitas
negatif atau modal yang dimiliki tercatat sudah minus.

Ada tujuh kriteria yang dinilai bursa paling penting untuk dipenuhi oleh
emiten, karena memengaruhi penilaian investor. Notasi ini disematkan di nama
belakang kode saham (ticker) emiten.

 

Berikut tujuh kriteria
yang diperhatikan bursa dalam memberikan notasi kepada emiten beserta kodenya:

B: Adanya permohonan Pernyataan Pailit
M: Adanya permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU)
S: Laporan keuangan terakhir menunjukkan tidak ada pendapatan usaha
E: Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
A: Adanya Opini Tidak Wajar (Adverse) dari Akuntan Publik
D: Adanya Opini “Tidak Menyatakan Pendapat (Disclaimer)” dari Akuntan
Publik
L: Perusahaan Tercatat belum menyampaikan laporan keuangan

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Mendag Busan Klaim Kewajiban Distribusi Melalui DMO Jaga Stabilitas Harga Minyak Goreng Rakyat

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, kewajiban distribusi domestic market obligation (DMO) minyak goreng rakyat sebesar minimal 35 persen melalui...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img