Senin, Maret 2, 2026

Ditjen Gakkum dan Lantamal VI Amankan 57 Kontainer Kayu Merbau Ilegal dari Papua Senilai Rp 16,5 Miliar

Must Read

Moneter.id – Ditjen
Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian
LHK bersama Lantamal VI Makasar, Armada II TNI AL yang didukung
tim gabungan berhasil mengamankan 57 kontainer kayu ilegal dari Papua di
Pelabuhan Sukarno Hatta, Makasar, Minggu
(6/01).

Kepala
Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi Muhammad Nur
mengatakan, kayu merbau
57 kontainer yang diangkut kapal SM itu diperkirakan lebih dari 914 meter kubik
dengan nilai diperkirakan minimal Rp 16,5 miliar.
Sejauh
ini belum ada tersangka yang ditahan
,” ucapnya.

Ia menjelaskan, operasi gabungan
berawal dari hasil analisis data, operasi intelijen, dan laporan Dinas
Kehutanan Provinsi papua, akhir Desember 2018, Ditjen Gakkum menemukan ada
indikasi pengangkutan 57 kontainer kayu ilegal dari Pelabuhan Jayapura dengan
tujuan Surabaya.

“Direktorat
PPH Ditjen Gakkum kemudian memerintahkan kami melaksanakan operasi pengamanan itu,
dengan dukungan Lantamal VI Makassar, Bea Cukai Makassar, dan KSOP Makassar,”
bebernya,
Selasa,
(8/01).

“Kami
sudah memeriksa fisik kayu, mengamankan barang bukti itu, dan secepatnya
menindaklanjuti dengan penyidikan semua pihak yang terkait,” lanjut Muhammad
Nur.

Direktur
Pencegahan dan Pengamanan Hutan (PPH), Ditjen Gakkum
Sustyo
Iriyono
menjelaskan, upaya
penyelamatan sumber daya alam Papua ini dimulai dengan post-audit terhadap 10
industri di Papua dan kami menemukan pelanggaran berat. 
Awal Desember 2018, kami mengamankan 40
kontainer kayu di Surabaya, dan hari ini 57 kontainer di Makassar,” ungkap
nya.

Upaya
ini adalah kerja bersama para pihak mulai dari KPK, Ditjen PHPL, TNI AL, Ditjen
Hubla, Ditjen Bea Cukai, dan pemerintah daerah.

Sementara, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan
Hidup dan Kehutanan (Gakkum), Rasio Ridho Sani, sangat khawatir dengan
meningkatnya kerusakan lingkungan di Tanah Papua.

“Penyelamatan
sumber daya alam tanah Papua menjadi prioritas utama mengingat hutan tropis
alami di Papua saat ini menjadi sasaran utama mafia pembalakan liar,” kata
Rasio Ridho Sani.

“Kami
telah mendeteksi perubahan modul dan pola-pola para mafia ini. Ditjen Gakkum
telah siap menghadapinya,” kata Rasio Ridho Sani menekankan.

Ditjen
Gakkum telah memutakhirkan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan
sistem IT yang canggih untuk memberantas semua mafia SDA, baik pembalakan liar,
pencemaran, dan perusakan lingkungan, maupun peredaran tumbuhan-satwa liar.

Secara
menyeluruh keberhasilan operasi ini merupakan komitmen KLHK bersama KPK, TNI AL,
Ditjen Hubla, dan semua pihak lainnya. “Ditjen Gakkum sedang menjajaki kerja
sama permanen dengan TNI AL dan para pihak lainnya, seperti TNI, Kepolisian RI,
Kementerian Perhubungan, dan pihak lainnya yang berkaitan,” lanjut Rasio Ridho
Sani.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Alokasikan Dana Tunai Rp65,7 Triliun Guna Penuhi Kebutuhan Transaksi Ramadan dan Idulfitri 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan kesiapannya dalam mendukung kelancaran transaksi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img