Selasa, Maret 3, 2026

Bendungan Mila Senilai Rp 231,66 Miliar Siap Suplai Irigasi 1.689 Ha di Kabupaten Dompu

Must Read

Moneter.id – Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan jumlah tampungan
air di Indonesia, termasuk di Kawasan Timur Indonesia. Salah satunya di
Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kementerian PUPR membangun lima bendungan
yakni Tanju, Mila, Bintang Bano, Beringin Sila dan Meninting.

“Pembangunan
di NTB merupakan bagian dari program 65 bendungan terdiri dari 16 bendungan
lanjutan dan 49 bendungan baru sebagai upaya mewujudkan ketahanan air dan
pangan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Menteri Basuki
mengatakan kunci pembangunan di NTB 
adalah ketersediaan air. Dengan adanya suplai air yang kontinu dari
bendungan, petani yang sebelumnya hanya satu kali tanam setahun, bisa bertambah
menjadi 2-3 kali tanam.

Dua bendungan
di Kabupaten Dompu yang telah diselesaikan yakni, Bendungan Tanju dan Mila.
Bendungan Tanju telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 30 Juli 2018
lalu dan Bendungan Mila pada Kamis (17/1/2019) dilakukan impounding atau
penggenangan awal oleh Dirjen Sumber Daya Air Hari Suprayogi yang ditandai
dengan penekanan tombol sirene yang diikuti oleh penutupan saluran pengelak
bendungan.

Hari
Suprayogi menyampaikan kehadiran Bendungan Mila akan melengkapi Bendungan Tanju
yang merupakan bagian dari Sistem Irigasi Rababaka Komplek.

Turut hadir
pada acara tersebut Bupati Kabupaten Dompu Bambang M. Yasin, Kepala Pusat
Bendungan, Ditjen SDA Ni Made Sumiarsih, Direktur Bina Operasi dan
Pemeliharaan, Ditjen SDA Agung Djuhartono, dan Kepala Balai Wilayah Sungai
(BWS) Nusa Tenggara 1 Asdin Julaidy.

Bendungan
Mila merupakan bendungan multifungsi untuk mendukung kontinuitas suplai air
Daerah Irigasi (DI) Rababaka seluas 1.689 hektar di Kecamatan Woja sehingga
Indeks Pertanaman diharapkan meningkat dari 186% menjadi 300%. Bendungan dengan
tipe urugan zona inti tegak setinggi 36 m memiliki kapasitas tampung sebesar
6,73 juta m3 dengan luas genangan 99 hektar.

Selain itu,
Bendungan Mila menjadi sumber air baku sebesar 100 liter per detik untuk
Kecamatan Woja dan Dompu,  serta mereduksi banjir sebesar 142,57 m3/detik
di Kecamatan Woja. Bendungan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat wisata,
perikanan dan konservasi SDA di Kabupaten Dompu.

Untuk menjaga
kualitas air bendungan, diperbolehkan untuk perikanan tangkap tidak keramba.
Dalam kesempatan itu, juga dilakukan tebar benih ikan di Bendungan Mila. “Kita
sudah banyak pengalaman keramba ikan di bendungan yang mengakibatkan air
bendungan tercemar dan ikan-ikan mati, disamping itu menjaga kualitas air sebagai
sumber air baku,” tegas Hari.

Biaya
pembangunannya sebesar Rp 231,66 miliar yang dikerjakan mulai tahun 2015 dalam
satu paket yang sama dengan pembangunan Bendungan Tanju dikerjakan oleh
kontraktor PT Nindya Karya-PT Hutama Karya (KSO).

Bupati
Kabupaten Dompu Bambang M. Yasin menyatakan, kehadiran dua Bendungan Mila dan
Tanju akan meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat Dompu yang terkenal
dengan produksi jagung dan berasnya.

“Bagi
kami keberadaan Sistem Irigasi Rababaka Kompleks merupakan satu mimpi yang
menjadi kenyataan. Karena alaminya Dompu merupakan daerah tandus,”
katanya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lebaran Jadi Titik Balik Finansial, Pencarian Rumah Melonjak Usai Hari Raya

Narasi mengenai tantangan Generasi Z dan Milenial dalam memiliki hunian pribadi kian mengemuka sebagai isu krusial. Kekhawatiran ini bukan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img