Selasa, Maret 3, 2026

PayTren Bakal Kembangkan Dompet Digital Donasi ke Masjid

Must Read

Moneter.id – Setelah mengantongi izin untuk mentransfer dana dan
penggunaan QR code dari Bank Indonesia (BI) pada akhir tahun 2018, PayTren ingin
mengembangkan layanan dompet digital mereka untuk berdonasi ke masjid.

“PayTren akan dikembangkan sebagai super apps
(aplikasi super) seperti membayar listrik, tagihan dan membayar dengan QR
code,” kata AML and Risk Management Specialist PayTren, Riky Rahmadian,
saat acara di Jakarta, Kamis.

Donasi secara digital ini akan menggantikan kotak
amal konvensional yang sering ditemui di masjid, PayTren memasang QR code dan
donatur dapat langsung berdonasi melalui aplikasi.

Menurut Riky, sistem donasi ini akan dikembangkan
untuk rumah ibadah secara luas, termasuk gereja, bukan hanya terbatas untuk
masjid. Pengembangan ini sejalan dengan misi PayTren, yang didirikan oleh Ustad
Yusuf Mansur, yang ingin menyediakan inklusi keuangan untuk semua orang
Indonesia, tidak hanya sebatas untuk penganut agama Islam.

Segmentasi yang diambil oleh PayTren sedikit berbeda
dengan pemain besar dompet digital di Indonesia, GOPAY dan Ovo. Meski pun
keduanya menyediakan platform untuk berdonasi, tidak spesifik untuk rumah
ibadah seperti PayTren.

Bagi PayTren, porsi untuk dompet digital di
Indonesia masih banyak yang dapat digarap, mereka memilih masyarakat menengah
ke bawah yang banyak belum tersentuh oleh akses perbankan. “Masyarakat yang sangat unbanked (tidak
memiliki akun bank), yang tidak mengerti smart device,” kata dia.

Maka itu, PayTren juga membuat program PayTren
Academy untuk mengedukasi komunitas mengenai dunia digital, termasuk manfaat
perbankan dan teknologi finansial untuk kehidupan sehari-hari. “Sektor itu
yang ingin kami kembangkan supaya literasi digital merata,” kata Riky.


- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lebaran Jadi Titik Balik Finansial, Pencarian Rumah Melonjak Usai Hari Raya

Narasi mengenai tantangan Generasi Z dan Milenial dalam memiliki hunian pribadi kian mengemuka sebagai isu krusial. Kekhawatiran ini bukan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img