Moneter.id – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita
menyampaikan, guna menjaga stabilitas dan turunkan disparitas harga barang
kebutuhan pokok, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengembangkan program Gerai
Maritim dengan memanfaatkan tol laut.
“Program Gerai Maritim dilaksanakan untuk
meningkatkan kelancaran arus dan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang
penting sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 Tentang
Perdagangan dan Perpres Nomor 71 Tahun 2015 Tentang Penetapan dan Penyimpanan
Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting,” jelas
Mendag saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Tol Laut yang
diselenggarakan dalam rangka Hari Pers Nasional 2019 di Pelabuhan Tanjung
Perak, Surabaya, Jawa Timur, hari ini, Senin (4/2).
Dijelaskan Mendag, tujuan program Gerai Maritim
adalah untuk mengurangi biaya distribusi barang; meningkatkan perdagangan
antarpulau; memperluas jaringan distribusi produk unggulan daerah setempat
sebagai muatan balik; dan meningkatkan kesejahteraan petani serta nelayan di
daerah terpencil, tertinggal, terluar, dan perbatasan (3TP), melalui
pemanfaatan tol laut yang lebih optimal.
“Program kerja ini
sejalan dengan program kerja dari pemerintah dalam Penyelenggaraan Pelayanan
Publik untuk angkutan barang yang dituangkan dalam Perpres Nomor 70 Tahun 2017
tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Untuk Angkutan Barang dari
dan ke Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan,” terang
Mendag.
Peran Kementerian Perdagangan dalam tol laut sesuai
dengan Perpres Nomor 70 Tahun 2017, antara lain berkoordinasi dengan pemerintah
daerah untuk melakukan pendataan; pemantauan dan evaluasi jenis, jumlah, dan
harga barang dari dan ke daerah yang termasuk dalam program tol laut; serta
mengatur jenis barang selain barang kebutuhan pokok dan penting yang dapat
diangkut dalam program tol laut.
Kementerian Perdagangan juga membangun Depo Gerai
Maritim di beberapa daerah yang dilalui trayek tol laut sebagai sarana
distribusi pendukung. Nantinya, Depo Gerai Maritim akan berfungsi sebagai
tempat penyimpanan sementara barang setelah diturunkan dari kapal dan menampung
produk unggulan daerah yang akan diangkut menjadi muatan balik sebelum dimuat
di kapal.
Sampai saat ini, telah terbangun 9 Depo Gerai
Maritim yaitu di Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten
Lembata, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Mimika, Kabupaten Kepulauan Yapen,
Kabupaten Tidore Kepulauan, Kabupaten Fak Fak, dan Kabupaten Teluk Wondama.
“Dampak tol laut yang
dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah 3TP adalah ketersediaan barang
kebutuhan pokok dan barang penting lebih terjamin, berkurangnya fluktuasi harga
antarwaktu dan mengurangi disparitas harga, dan memfasilitasi pemasaran produk
unggulan daerah,” ujar Mendag.
Berdasarkan pendataan yang dilakukan Kementerian
Perdagangan dan pemerintah daerah, pada 2018 tercatat sebanyak 437 pedagang
dari 35 kabupaten/kota yang dapat memanfaatkan tol laut dan yang daerahnya
dilalui trayek tol laut. Untuk trayek tol laut di tahun 2019, sesuai dengan
Keputusan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Nomor UM.002/109/2/DJPL-18
terdapat 18 trayek.
“Nantinya, agar tidak
tergantung pada anggaran subsidi negara, perlu adanya rencana aksi dan sinergi
antar kementerian/lembaga dalam rangka peningkatan investasi dan pengembangan
industri terkait barang kebutuhan pokok dan barang penting di daerah 3TP,” pungkas
Mendag.




