Moneter.id – Pemerintah akan menyalurkan dana program kemitraan sebesar
Rp3,2 triliun pada tahun ini untuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan
menengah (UMKM).
“Angka ini meningkat jika dibandingkan penyaluran pada tahun lalu sebesar
Rp2,5 triliun,” kata Kepala Bidang Kebijakan Program Kemitraan dan Bina
Lingkungan (PKBL) Kementerian BUMN RI Eko Setiawan pada pembukaan pameran
BUMN-UKM Great Sale di Mal Solo Paragon, Kamis (07/2).
Menurut dia, dana tersebut seperti kredit usaha rakyat (KUR) namun bunga kredit
lebih rendah. “Kalau bunga KUR kan 7 persen/tahun, program kemitraan ini
hanya 3 persen/tahun,” katanya.
Eko mengatakan plafon untuk setiap mitra binaan yang mengakses kredit tersebut
maksimal Rp200 juta dengan tenor tiga tahun.
“Sejauh ini sudah sekitar 700 ribu mitra binaan yang mengakses program
ini. Untuk bisa mengaksesnya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, di
antaranya Warga Negara Indonesia (WNI), memenuhi kriteria sebagai usaha kecil
dengan maksimal aset Rp500 juta, omzet maksimal Rp2,5 miliar/tahun, dan punya
izin usaha yang dikeluarkan camat,” katanya.
Ia mengatakan sejauh ini sektor yang paling banyak mengakses yaitu perdagangan.
Menurut dia, sektor ini lebih lancar dalam proses pengembaliannya.
“Memang kami akui kalau dari sisi kredit macet masih cukup tinggi, yaitu
sekitar 10-20 persen. Ini menjadi tantangan bagi kami,” katanya.
Sementara itu, sebagaimana diketahui program kemitraan merupakan program dana
pinjaman yang diberikan perusahaan BUMN kepada para pelaku UKM.
“Dalam hal ini bukan hanya BUMN yang bergerak di bidang perbankan, di
antaranya bisa Pertamina, Pelindo, Angkasa Pura, dan PLN. Kementerian BUMN meminta
perusahaan menyisihkan sebagian labanya untuk mendukung UMKM supaya
mandiri,” katanya.
Ia mengatakan saat ini seluruh perusahaan BUMN sebanyak 113 perusahaan sudah
mengikuti program tersebut, sedangkan untuk anak perusahaan yang sudah
melaksanakannya sekitar 100 perusahaan.
Mengenai pameran tersebut, dikatakannya, saat ini yang mengikutsertakan UMKM
binaannya baru 10 perusahaan. Ia berharap ke depan akan lebih banyak yang bisa
mengikuti.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota
Surakarta yang merupakan pelaksana pameran Gareng S Haryanto berharap kegiatan
tersebut mampu berkontribusi untuk memenuhi target transaksi pelaksanaan
“Solo Great Sale” (SGS) 2019. “Target yang harus kami penuhi
Rp600 miliar, mudah-mudahan tercapai,” katanya. (Ant)




