Moneter.id – PT Astra Agro Lestari Tbk
(AALI) membukukan pendapatan sebesar Rp 19,08 triliun sepanjang tahun 2018.
Pendapatan ini meningkat 10,28% dari Rp 17,30 triliun pada tahun sebelumnya.
“Pendapatan perseroan
ditopang oleh penjualan minyak sawit mentah beserta turunannya yang
berkontribusi sebesar Rp 16,76 triliun atau tumbuh 16% yoy dari
akhir tahun sebelumnya,” tulis perseroan, Rabu (27/02).
Untuk segmen inti sawit
beserta turunannya menyumbang sebesar Rp 2,11 triliun atau turun 23%
secara yoy. Lalu dari segmen lain-lain menyumbang sebesar Rp 206,67
miliar atau tumbuh 216% secara yoy.
Sementara berdasarkan segmen
operasi, wilayah Sumatera menyumbang sebesar Rp 8,01 triliun atau turun 4% secara yoy.
Wilayah Kalimantan menyumbang sebesar Rp 9,47 triliun atau naik 20%
secara yoy.
Lalu untuk wilayah Sulawesi
naik 14% yoy menjadi Rp 10,23 triliun pada akhir 2018.
Sehingga total keseluruhan kontribusi dari segmen operasi AALI sebesar Rp 27,72
triliun atau naik 10% secara yoy.
Kenaikan pendapatan AALI
diikuti dengan naiknya beban pokok penjualan yang meningkat 18% dari Rp 13,16
triliun pada akhir 2017 menuju Rp 15,54 triliun pada akhir 2018.
Beban penjualan AALI juga
membengkak 26,5% secara yoy menjadi Rp 427,55 miliar. Beban
umum dan administrasi AALI juga naik 4% yoy menjadi Rp 786,04
miliar pada akhir 2018.
Sementara laba bersih AALI
masih turun 27% dari Rp 1,96 triliun pada akhir 2017 menjadi Rp 1,43 triliun
pada akhir 2018. Adapun total aset AALI naik 7% menjadi Rp 26,85 triliun dari
Rp 25,11 triliun.
Lalu, liabilitas juga naik
15% yoy menjadi Rp 7,38 triliun pada akhir 2018. Sementara ekuitas naik 4% yoy
menuju Rp 19,47 triliun pada akhir tahun lalu.




