Moneter.id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, atau Bank Mandiri
mendorong revitalisasi industri tekstil di Jawa Barat (Jabar) karena industri
tekstil dan produk tekstil memiliki peran yang strategis dalam perekonomian di
Tanah Air.
“Kami melihat bahwa industri tekstil di kita ini perlu ada revitalisasi,
” kata Regional CEO Bank Mandiri Jawa Barat, Harry Gale di Bandung, Selasa
(26/03).
Harry mengatakan upaya revitalisasi ini terdiri dari dua faktor yang
berpengaruh yakni dari sisi eksternal dan internal. Adapun faktor internal
ini meliputi ketersediaan teknologi atau mesin, pasalnya teknologi industri
tekstil di Indonesia, masih tertinggal dari negara lain. “Teknologi ini perlu
peremajaan,” ucapnya.
Kedua ialah industri mesin dalam negeri, lanjutnya, belum mendukung kebutuhan
di internalnya sendiri. Apalagi kebutuhan kapas Indonesia yang masih 99,9%
impor sehingga hal tersebut sangat berpengaruh.
Dari sisi eksternal, Harry menyebutkan energi yang dibutuhkan pula sangat
berpengaruh untuk kelangsungan hidup industri tekstil sendiri, sebab mesin
tekstil ini tidak pernah mati atau beroperasi selama 24 jam.
“Cost structure dari produk
tekstil ini sangat banyak sekali, terkait hal-hal yang mendukung faktor
internal maupun eksternal yang mendukung cost
structure. Sehingga jadi kurang efisien,” lanjutnya.
Industri tekstil memiliki andil dalam penyerapan tenaga kerja dalam jumlah yang
cukup besar, menyumbang devisa, serta sebagai industri yang diandalkan untuk
memenuhi kebutuhan sandang nasional khususnya di Jawa Barat.
Terlebih kontribusi industri tekstil terhadap PDRB Jawa barat pada 2016-2017
secara berturut-turut adalah sebesar 6,36% dan 6,24%. Dengan angka ini,
secara industri tercatat tumbuh dengan laju pertumbuhan setiap tahunnya berada
di angka 3,25% dan 3,58%.
Di sisi lain, kata Harry, berdasarkan data BPS Jawa Barat tahun 2018, pada tahun
2017 industri tekstil di Jawa Barat juga berhasil menarik investasi yang
mencapai Rp 8,3 triliun. “Capaian ini berasal dari 364 proyek dan
berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 25.243 orang,” kata Harry..
Memandang hal tersebut, kata Harry, Bank Mandiri Jawa Barat menilai industri
ini cukup strategis lantaran penjulannya di sepuluh tahun terakhir berhasil
mencapai nilai plus dengan capaian di angka 5 miliar dolar Amerika. “Kami melihat di portofolio kami untuk industri ini secara nasionalnya
masih memiliki beragam tantangan,” kata dia.
“Bukan sunset atau
lainnya, tapi kita harus tetap optimis untuk industri ini agar bisa menjadi
industri andalan kembali khususnya di Jawa Barat. Maka kami melihat industri
ini perlu ada revitalisasi untuk memperbaiki kondisi saat ini,” lanjut
dia.
Oleh karena itu menurut Harry untuk merevitalisasi industri ini diperlukan
investasi yang harus dialokasikan oleh pelaku industri tekstil. Harry menyebutkan dari portofolio di 2018, Bank Mandiri Jawa Barat telah
mengalokasikan dukungan finansial untuk industri tekstil sekitar Rp 2,54
triliun.
Angka ini kata Harry cukup memberikan kontribusi yang cukup besar dalam
mendukung sektor industri.Dengan begitu, Harry menilai target industri di Jawa
Barat ini harus tetap tumbuh. (Ant)




