Moneter.id – Calon
legislatif (caleg) Partai Berkarya daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur (Jatim)
I, Dr Aad Harharah MHA FS menolak disebut pengagum Orde Baru (Orba), tapi
bangga memperkenalkan diri sebagai orang yang ingin melanjutkan cita-cita
almarhum Presiden Soeharto.
“Pak
Harto punya banyak program brilian di bidang pendidikan dan kesehatan,”
kata dokter spesialis penerbangan dan olahraga itu di Jakarta, Senin (01/04).
“Dua
di antaranya wajib belajar sembilan tahun dan Pos Pelayanan Terpadu
(Posyandu),” kata lelaki yang biasa dipanggil Dr Alfatihah.
Posyandu
berdiri di setiap desa dan dusun untuk melayani hak dasar masyarakat, terutama
bayi dan anak, akan kesehatan. Kini, banyak Posyandu tak berfungsi dan hilang.
“Itu
yang akan kita bangkitkan lagi,” kata caleg DPR RI yang sedang berkampanye
di Surabaya dan Sidoarjo itu.
“Kami
akan merevitalisasi Posyandu dan mengaktifkannya sebagai garda depan kesehatan
masyarakat,” jelasnya.
Program
Pak Harto paling fenomenal adalah swasembada pangan dan sembilan bahan pokok
(sembako) terjangkau. Pak Harto, katanya, menganak-emaskan petani dan nelayan,
dan tak henti berupaya memakmurkan mereka.
“Itulah
yang akan kembali diperjuangkan Partai Berkarya,” demikian Dr Al Fatihah.
Menjawab
pertanyaan mengapa orang menyebutnya Dr Al Fatihah, Dr Aad mengatakan;
“Sejak diangkat menjadi dokter, saya belum pernah menerima bayaran satu
sen pun dari pasien. Saya hanya meminta pasien membacakan Al Fatihah untuk
saya,” paparnya.
Menurut
Dr Al Fatihah, mungkin Allah Swt mengganti rezeki saya dengan yang lain. Ia
bersyukur bisa menggratiskan pengobatan.
Dr Aad
adalah saudara kandung dua legenda sepakbola Indonesia; Aun dan Sutan Harharah.
Semula Dr Aad ingin mengikuti jejak dua kakaknya; menjadi pemain sepakbola.
Namun, kedua orang tua memintanya menjadi dokter.
“Kalau
saya teruskan bermain bola, mungkin saya lebih hebat dari Aun dan Sutan,”
katanya.
Mengenai
elektabilitasnya di Dapil I Jawa Timur, Dr Aad optimistis terpilih. Alasannya,
dia berkampanye untuk Partai Berkarya sejak sembilan bulan lalu, atau sebelum
ada pengumuman daftar calon sementara (DCS) legislatif.
“Kampanye
saya bungkus dengan kegiatan organisasi Garda Mencegah dan Mengobati
(GMDM),” kata Dr Aad.
Informasi
saja, GMDM adalah organisasi masyarakat (ormas) di bidang pencegahan dan
penyalahgunaan narkotika dan seks bebas. Dr Aad duduk di posisi penasehat di
organisasi yang beroperasi di Jawa Timur.
Saat
ini, GMDM beranggotakan 320 ribu orang di 12 kabupaten se Jawa Timur. Seluruh
anggota GMDM membuat pernyataan dukungan bagi Dr Aad untuk menjadi calon
legislatif mewakili masyarakat Jawa Timur.




