Kamis, Januari 15, 2026

Kemenperin Targetkan 10.000 IKM Bisa Go Digital

Must Read

Moneter.id – Kementerian
Perindustrian menargetkan sebanyak 10.000 pelaku industri kecil dan menengah
(IKM) di dalam negeri ikut menjadi peserta program
worskhop e-Smart IKM hingga akhir tahun 2019. Pada periode 2017-
2018,
total peserta workshop e-Smart IKM telah mencapai 5.945 pelaku usaha dengan
total omzet sebesar Rp2,37 miliar.

“Program
e-Smart IKM yang diluncurkan sejak Januari 2017 lalu, merupakan langkah konkret
dari pemerintah saat ini yang ingin menyiapkan IKM nasional bisa go digital
atau menuju revolusi industri 4.0,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil,
Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Selasa (2/4).

Gati
menjelaskan, pemanfaatan teknologi digital bagi
pelaku IKM nasional menjadi penting untuk mendongkrak daya saingnya hingga
kancah global. Upaya ini juga sebagai bagian dari pelaksanaan langkah-langkah
prioritas yang tertuang di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Guna memacu IKM nasional berperan pada penerapan revolusi
industri 4.0, kami terus mendorong mereka agar terlibat di e-commerce yang
diimplementasikan dalam program e-Smart IKM,” ujarnya.

Sampai
saat ini, workshop e-Smart IKM sudah dilaksanakan di 34 provinsi dan telah
melibatkan beberapa pihak seperti BI, BNI, Google, iDeA serta Kementerian
Komunikasi dan Informatika. Selain itu, menggandeng pemerintah provinsi, kota
dan kabupaten.

“Program
e-Smart IKM juga telah bekerja sama dengan marketplace seperti Bukalapak,
Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja.com, Ralali, dan Gojek Indonesia,” sebut
Gati.

Lebih
lanjut, program e-Smart IKM akan pula memfasilitasi pelaku usaha agar dapat
mengakses pasar yang lebih luas melalui kerja sama dengan ATT Group selaku
Authorized Global Partner Alibaba.com di Indonesia.

“Kerja
sama ini meliputi pelatihan pemasaran online bagi IKM dalam melaksanakan
operasional di dalam Alibaba.com serta pertukaran data dan informasi mengenai
perkembangan dan pencapaian IKM yang masuk di dalam program e-Smart IKM,”
paparnya.

Gati optimistis, revolusi
industri 4.0 memberikan peluang untuk merevitalisasi sektor manufaktur
Indonesia dan menjadi salah satu cara mempercepat pencapaian visi Indonesia
menjadi 10 ekonomi terbesar dunia pada tahun 2030.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2018
mencapai 5,17%
,
tertinggi dalam 4
tahun
terakhir.
Pertumbuhan ekonomi ini
tentunya didukung oleh pertumbuhan sektor
manufaktur,” ungkapnya.

Sementara itu,
sepanjang 2018,
kontribusi
industri pengolahan
nonmigas
terhadap PDB nasional mencapai 17,63%
. Kontribusi tersebut, termasuk juga sumbangan dari sektor IKM
yang selama
ini merupakan tulang punggung bagi perekonomian nasional
. Sebab, IKM merupakan sektor mayoritas dari
populasi industri di Indonesia.

Berdasarkan
data Sensus Ekonomi tahun 2016 dari Badan Pusat Statistik
, IKM berjumlah 4,4 juta unit usaha, atau sekitar 99%
dari seluruh unit usaha Industri.
Sektor
Industri Mikro, Kecil, dan Menengah menyerap 10,5 juta tenaga kerja, atau
menyerap sekitar 65% tenaga kerja sektor industri secara keseluruhan.

“Melalui
program e-smart IKM, sektor IKM kita diharapkan tidak akan ketinggalan dalam
tren transaksi online di dalam situs jual beli, dan akan semakin banyak
produk-produk IKM lokal yang kompetitif dan banyak mengisi di pasar e-commerce,”
imbuhnya.

Oleh
karena itu, Direktorat Jenderal IKMA Kemenperin aktif menggelar kegiatan
bertajuk “IKM Go Digital”. Pada tahun ini, program tersebut telah
diselenggarakan di Semarang, Bogor, dan Surabaya yang masing-masing wilayah
dihadiri sebanyak 1.000 pelaku IKM. Acara ini dikemas dalam konsep pameran,
talkshow, dan workshop.

“Saya
gembira melihat antusiasme IKM untuk mengikuti acara tersebut, yang membuktikan
bahwa IKM kita juga siap mengadopsi teknologi digital,” ucapnya. Adapun acara itu
menghadirkan pembicara dari pihak marketplace,
logistik, perbankan, financial technology,
dan information technology.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

REDMI Note Series Tembus 460 Juta Unit Pengiriman Global

REDMI Note Series menjadi kontributor besar dengan total pengiriman lebih dari 460 juta unit di lebih dari 100 negara...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img