Minggu, Maret 1, 2026

Presiden Jokowi Resmikan 3 KEK Dorong Pertumbuhan Ekspor dan Investasi

Must Read

Moneter.id – Presiden
Joko Widodo meresmikan tiga kawasan ekonomi khusus (KEK) di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara
, Senin (1/4). Ketiga KEK tersebut
yakni, Bitung, Sulawesi Utara; Morotai, Maluku Utara; dan Maloy Batuta Trans
Kalimantan (MBTK), Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Peresmian
dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Menteri Koordinator Bidang
Perekonomian Darmin Nasution, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke
Nurwan. Selain itu, hadir pula pejabat dari kementerian dan lembaga terkait,
baik pusat maupun daerah.

Oke
menjelaskan dalam mendukung percepatan pembangunan dan kegiatan usaha di KEK,
Kemendag mengacu pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014, Peraturan Pemerintah
Nomor 100 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun
2011 serta Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2016 Tentang Fasilitasi
Kemudahan di KEK. Dalam peraturan tersebut, Kemendag akan mendelegasikan
kewenangan penerbitan perizinan di bidang perdagangan luar negeri kepada
administrator KEK.

“Kemendag telah menerbitkan Peraturan Menteri
Perdagangan untuk mendelegasikan kewenangan penerbitan perizinan di bidang
perdagangan luar negeri untuk ketiga administrator KEK. Hal ini untuk mendukung
kegiatan serta penetapan instansi penerbit surat keterangan asal (IPSKA) pada
administrator KEK morotai,”
terang
Oke.

Peraturan
tersebut yaitu Permendag Nomor 49 Tahun 2018 tentang Pendelegasian Kewenangan
Penerbitan Perizinan di Bidang Perdagangan Kepada Administrator Kawasan Ekonomi
Khusus Bitung, Permendag Nomor 09 Tahun 2019 tentang Pendelegasian Kewenangan
Penerbitan Perizinan di Bidang Perdagangan Kepada Administrator Kawasan Ekonomi
Khusus Morotai, dan Permendag Nomor 51 Tahun 2018 tentang Pendelegasian
Kewenangan Penerbitan Perizinan di Bidang Perdagangan Kepada Administrator
Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan.

KEK
Bitung merupakan kawasan ekonomi yang fokus pada industri pengolahan perikanan
yang menghasilkan komoditas ekspor berkualitas internasional. Selain perikanan,
KEK Bitung juga fokus pada industri kelapa beserta produk turunannya.

Dengan
luas sekitar 534 hektare KEK Bitung memiliki potensi ekspor produk hilirisasi
yang dapat mendongkrak daya saing sektor perikanan, pertanian, dan farmasi. KEK
ini ditargetkan dapat menarik investasi sebesar Rp32 triliun pada tahun 2025.

Dengan
jarak sekitar 44 km dari ibukota Sulawesi Utara, KEK Bitung memiliki lokasi
strategis yang dapat menjadi pintu gerbang ekonomi ke negara-negara di Asia
Pasifik. Aksesnya didukung pelabuhan internasional Bitung sebagai hub perdagangan
bagi kawasan timur Indonesia. KEK Bitung diharapkan dapat menjadi pusat
pertumbuhan, dan distribusi barang, serta penunjang logistik di kawasan timur
Indonesia.

Sementara
itu, KEK Morotai memiliki keunggulan geostrategis sebagai pulau terluar di sisi
timur laut Indonesia yang dekat dengan negara-negara ASEAN dan Asia Timur.
Dengan luas area mencapai 1.101,76 hektare di Pulau Morotai, KEK ini dahulunya
merupakan salah satu basis militer pada Perang Dunia II yang kaya barang
peninggalan bersejarah.

Selain
itu, KEK Morotai memiliki keunggulan wisata bahari dengan keindahan pantai yang
mempesona dengan hamparan pasir putih halus, air laut yang jernih, serta
terumbu karang yang indah. Hal ini dapat menjadi daya tarik dan diharapkan
menjadi destinasi wisata internasional dengan perkiraan investasi pelaku usaha
sebesar Rp30,44 triliun hingga tahun 2025.

KEK
Morotai juga merupakan sumber bahan baku bagi industri pengolahan perikanan.
Hal dikarenakan, kawasan ini dilintasi alur laut Kepulauan Indonesia III yang
merupakan jalur migrasi ikan tuna. Kelebihan lainnya, kawasan ini didukung
infrastruktur logistik yang akan menjadikan Pulau Morotai hub internasional
di kawasan timur Indonesia.

Sedangkan
KEK MBTK merupakan kawasan yang kaya akan sumber daya alam terutama kelapa
sawit, kayu dan produk turunannya, serta berbagai produk energi pertambangan
seperti industri mineral, gas, dan batubara.

KEK MBTK
diharapkan dapat mendorong penciptaan nilai tambah berbagai komoditas di
wilayah tersebut dan ditargetkan dapat menarik investasi sebesar Rp34,3 triliun
hingga 2025 serta meningkatkan produk domestik regional bruto Kutai Timur
hingga Rp4,67 triliun/tahun.

Kawasan
ini menempati luas area 557,34 hektare dan terletak pada jalur laut perdagangan
internasional yang menghubungkan Pulau Kalimantan dan Sulawesi. Selain itu,
kawasan ini dilalui jalur regional lintas trans Kalimantan, dan transportasi
penyeberangan kapal feri antara Tarakan-Tolitoli, dan Balikpapan-Mamuju.

Direktur
Fasilitasi Ekspor dan Impor Olvy Andrianita menambahkan, Kemendag akan
mengoptimalkan peningkatan ekspor dan investasi di tiga kawasan tersebut.
Kemendag bersama Sekretariat Dewan Nasional KEK menggandeng seluruh Atase
Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di luar negeri untuk menjaring
buyer dan investor.

“Ke depan strategi pengembangan ekspor dan industri
pengolahan dan pembangunan kawasan logistik akan diprioritaskan di tiga kawasan
tersebut sehingga produk Indonesia dapat bernilai tambah dan berdaya saing.
Selanjutnya, pelabuhan Bitung akan menjadi hub internasional untuk penguatan
ekspor di kawasan Timur Indonesia,”
pungkas Olvy.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img