Senin, Januari 26, 2026

RUPST Putuskan PTBA Bagi Dividen Rp3,76 Triliun

Must Read

Moneter.id – Rapat umum pemegang saham tahunan
(RUPST) PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memutuskan membagikan dividen senilai Rp3,76
triliun setara 75% dari total laba bersih Rp5,02 triliun pada 2018 kepada para
pemegang saham. Besaran dividen per lembar saham adalah Rp326.
 

Direktur Utama PTBA, Arviyan
Arifin mengatakan, berkat kenaikan laba bersih pada 2018 perseroan untuk
memberikan nilai lebih kepada pemegang saham berupa pembagian dividen.

“Sementara sisa laba bersih
sebesar 25% akan digunakan sebagai cadangan umum,” ujarnya, Kamis (25/04).

Tahun ini, lanjut Arifin, PTBA
memiliki target penjualan batu bara sebesar 28,38 juta ton yang terdiri dari
13,67 juta ton penjualan domestik dan 14,71 juta ton penjualan ekspor.

“Peningkatan target penjualan
ditopang oleh rencana penjualan ekspor untuk batubara medium to high calorie sebesar 3,8 juta ton. Kemudian guna
mendukung rencana itu, maka peningkatan produksi juga harus dilakukan,”
ucapnya.

Menurutnya, pada 2019 setidaknya
produksi batu bara PTBA bisa tumbuh tipis 3% dari realisasi pada 2018 menjadi
27,26 juta ton.

Selain target kerja 2019 dan
pembagian dividen, RUPST tahun buku 2018 juga melakukan perubahan pada
nomenklatur untuk penyelarasan dan efektivitas koordinasi internal di holding
pertambangan.

Perubahan terjadi untuk direktur
operasi produksi menjadi direktur operasi dan produksi serta direktur SDM dan
umum menjadi direktur Sumber Daya Manusia (SDM). Tidak ada penggantian jabatan
untuk Dewan direksi dan komisaris.

Untuk tahun ini, perseroan
membidik penjualan batu bara ke pasar ekspor sebesar 12 juta ton atau sekitar
40% dari target volume penjualan tahun ini. Nantinya, rencana ekspor batu bara
tersebut merupakan kombinasi batu bara kalori medium dan kalori tinggi.

Di kuartal I/2019, perseroan
mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 5,34 triliun. Pendapatan turun 7,16%
bila dibandingkan priode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5,75 triliun.

Perseroan menjelaskan, penurunan
disebabkan oleh pelemahan harga batubara newcastle sebesar 7%. Pelemahan juga
terjadi pada harga batubara thermal Indonesia (ICI) sebesar 24% dibandingkan harga
rata-rata triwulan I/2018.

Disebutkan, perolehan pendapatan
di kuartal I/2019 ditopang oleh pendapatan penjualan batubara domestik sebesar
46%, ekspor 50% dan aktivitas lainnya seperti penjualan listrik, briket, CPO
dan jasa sebesar 4%.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Hadirkan Saham AS, Kini Diversifikasi Aset Lebih Praktis di Satu Aplikasi Valbury

Perusahaan pialang berjangka, Valbury Asia Futures (Valbury) memulai langkah di awal 2026 ini dengan memperkuat layanan multi aset di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img