Selasa, Januari 27, 2026

Belanja Iklan Naik 4 Persen di Kuartal I/2019, Televisi Mendominasi Hingga Rp 30,9 Triliun

Must Read

Moneter.id – Belanja
iklan
pada kuartal
I/2019
relatif stabil di angka 4
%
jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun
2018. Belanja iklan di televisi masih
mendominasi dengan total belanja iklan Rp30,9
triliun, dengan
pertumbuhan 8
%
dibandingkan dengan kuartal
I/2018.
Demikian menurut hasil temuan Nielsen Advertising Intelligence (Ad Intel) yang
dirilis hari ini oleh Nielsen Indonesia.

Porsi
terbesar datang dari kategori Pemerintahan dan Organisasi Politik dengan total
belanja iklan mencapai Rp2
triliun
(meningkat 11%) disusul oleh kategori Layanan Online dengan total belanja iklan
Rp1,9
triliun,” tulis
keterangan resmi Nielsen di Jakarta, Selasa (30/04).

Pengiklan
terbesar ketiga datang dari kategori produk Perawatan Rambut dengan total
belanja iklan mencapai Rp1,8
triliun.
Kategori Rokok Kretek menghabiskan belanja iklan sebesar Rp1,7
triliun dengan
pertumbuhan 29
%.

Di
urutan kelima adalah kategori produk Makanan Instan yang tumbuh 37
% dibandingkan periode
yang sama di tahun sebelumnya dengan total belanja iklan Rp1,5
triliun,” tulisnya.

Sementara, sepanjang periode kampanye Pemilu (24 Maret – 13
April 2019), dari keseluruhan total belanja iklan kategori Pemerintahan dan
Organisasi Politik menyumbangkan porsi cukup besar yaitu 12
% dengan total belanja
iklan Rp1,1
triliun.

Jumlah
ini meningkat cukup signifikan jika dibandingkan pada periode kampanye Pemilu
tahun 2018 dengan total belanja iklan Rp429
miliar,” jelasnya.

Dari
total belanja iklan Pemerintahan dan Organisasi Politik pada periode kampanye
pemilu, kontributor iklan terbesar adalah Para Kandidat Calon Presiden &
Wakil Presiden dengan total belanja iklan Rp206,6
miliar, disusul oleh
Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan total belanja iklan Rp93,2
miliar.

Pengiklan
ketiga terbesar berikutnya adalah Para Calon Legislatif yang mencapai total
belanja iklan sebesar Rp92
miliar.
Sementara di posisi keempat dan kelima masing-masing adalah Partai Persatuan
Indonesia (Rp60,7
miliar)
dan Partai Solidaritas Indonesia (Rp51,5
miliar).

Debat Pemilihan Presiden (Pilpres) yang
digelar
KPU sebanyak 5 kali meraih lebih banyak penonton
dibandingkan dengan debat yang ditayangkan di televisi pada periode Pemilu
sebelumnya di 2014.

Nielsen TV Audience Measurement (TAM) mengungkapkan bahwa di samping jumlah stasiun televisi yang lebih
banyak menayangkan acara Debat Pilpres di tahun 2019, Debat Pilpres tahun ini
juga mendapatkan jangkauan sebesar 67,9
%, lebih besar dibandingkan periode tahun 2014 (naik
62,9%).

Dalam
hal rating, lima Debat Pilpres 2019
mencapai angka rating gabungan yang
jauh lebih tinggi karena jumlah station yang menyiarkan program debat di tahun
ini jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan tahun 2014. Rating tertinggi di
2019 adalah di debat kedua yaitu Debat Capres Jokowi versus Prabowo sebesar
18,8
%.

Bahkan
dalam dua hari setelah penyelenggaraan Pemilu 17 April 2019, program-program
terkait Pemilu masih mendapatkan rating yang cukup tinggi yaitu sebesar 13,2
5 di 18 April dan 13,8% di 19 April.

Sepanjang
kuartal
I/2019,
kategori iklan pemerintah dan politik memberikan kontribusi sebesar 5.5%,
sementara pada periode kampanye yang diperbolehkan oleh KPU yaitu 24 Maret hingga
13 April 2019, iklan kategori partai politik mencapai 12% dari total belanja
iklan.

Hal
ini menunjukkan bahwa partai politik masih percaya pada kekuatan media massa
dalam membangun awareness dan branding
,” kata Hellen Katherina,
Executive Director Nielsen Media.

Di
samping itu
,
kata Hellen, tingginya
rating TV untuk program-program terkait Pemilu juga menunjukkan bahwa pemirsa
televisi di 11 kota sangat antusias terhadap Pemilu sejak awal proses hingga
pasca hari pemilihan.
Dapat
dikatakan bahwa tahun ini orang lebih terlibat dengan Pemilu
, paparnya.

Sementara, hasil pantauan Nielsen TAM di 11 kota juga menemukan
adanya kecenderungan para penonton menonton televisi yang lebih lama pada hari
Pemilu yaitu rata-rata 5 jam 30 menit (+12% versus di hari normal).
Kecenderungan ini juga didorong oleh adanya program Quick Count sepanjang hari pelaksanaan pemilu tersebut.

Dari
sisi profil pemirsa, kepemirsaan televisi dari para pemilih juga meningkat di
semua rentang usia dan lintas kelas sosial ekonomi pada hari penyelenggaraan
Pemilu jika dibandingkan dengan hari biasa.

Dari
sisi usia rating tertinggi adalah
dari penonton usia 50 tahun ke atas (17,7%), sementara dari sisi kelas sosial
ekonomi, Kelas Menengah adalah yang paling banyak menonton hingga mencapai rating sebesar 14,3
5.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Hadirkan Saham AS, Kini Diversifikasi Aset Lebih Praktis di Satu Aplikasi Valbury

Perusahaan pialang berjangka, Valbury Asia Futures (Valbury) memulai langkah di awal 2026 ini dengan memperkuat layanan multi aset di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img