Senin, Maret 2, 2026

Tingkatkan Wirausaha IKM, Kemenperin Bidik Santri Pesantren

Must Read

Moneter.id – Direktur
Jenderal IKMA
Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Minggu (14/7) menyatakan,
dalam upaya menumbuhkan wiruasaha baru sektor IKM, Kemenperin juga membidik
potensinya di lingkungan pondok pesantren. Contohnya, Ditjen IKMA menggelar
program Santripreneur di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Jawa Barat.

“Pada tahun ini, Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta
menjadi salah satu fokus penumbuhan wirausaha industri, di mana potensi yang
dimiliki pondok pesantren ini adalah jumlah santrinya lebih dari 4.000 orang
dan sudah memiliki berbagai unit bisnis seperti di bidang percetakan, konveksi,
peternakan ikan dan pertanian,” ungkapnya.

Gati menjelaskan, program penumbuhan wirausaha baru IKM
di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, diberikan dalam bentuk bimbingan teknis
serta fasilitasi mesin dan peralatan produksi roti. Sebanyak 100 peserta mengikuti
kegiatan tersebut, yang berasal dari para santri dan pengurus pondok pesantren.

“Kami memfasilitasi mesin dan peralatan produksi roti
yang berjumlah 15 jenis, terdiri dari mesin produksi hingga kemasan,” tuturnya.

Dirjen IKMA berharap, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan
secara baik untuk pengembangan unit bisnis baru di lingkungan pondok pesantren.

Program santripreneur yang dilaksanakan oleh Kemenperin
sejak tahun 2013 hingga tahun 2018, telah membina sebanyak 22 pondok pesantren
dengan lebih dari 3.000 santri diberikan pelatihan produksi serta motivasi
kewirausahaan.

“Cakupan ruang lingkup pembinaan kami di antaranya adalah
pelatihan produksi dan bantuan mesin dan peralatan di bidang olahan pangan dan
minuman (seperti roti dan kopi), kemudian perbengkelan roda dua, kerajinan
boneka dan kain perca, konveksi busana muslim dan seragam, daur ulang sampah, serta
produksi pupuk organik cair,” sebut Gati.

Dirjen IKMA menegaskan, pondok pesantren dapat berperan
strategis dalam mendukung pertumbuhan industri di Indonesia. Sebab, pondok
pesantren memiliki peran sebagai “agent of development” yang sangat penting dan
strategis dalam pengembangan sumber daya masyarakat di pedesaan sehingga
menjadi sarana yang penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Berdasarkan sensus Kementerian Agama di tahun 2014-2015,
jumlah pondok pesantren di Indonesia diperkirakan sebanyak 28.961 yang tersebar
di seluruh provinsi dengan total santri sekitar 4.028.660 santri. Dari total
28.961 pondok pesantren, sekitar 23.331 pondok pesantren (80%) di antaranya
tersebar di empat provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan
Banten.

“Pondok pesantren memiliki potensi dalam penyediaan
sumber daya manusia, yaitu para santri yang berkualitas, ulet, sabar, jujur dan
tekun,” ungkap Gati.

Pondok pesantren juga memiliki potensi pemberdayaan
ekonomi, mengingat sudah banyak pondok pesantren yang mendirikan koperasi,
mengembangkan berbagai unit bisnis atau industri berskala kecil dan menengah,
dan memiliki inkubator bisnis.

“Dengan jumlah pondok pesantren dan santri yang cukup
besar, pondok pesantren memiliki potensi yang strategis untuk mendukung
pembangunan ekonomi nasional, salah satunya melalui penumbuhan wirausaha
industri baru di lingkungan pondok pesantren,” imbuhnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img