Kamis, Januari 15, 2026

BTPN Optimis Masuk BUKU IV Tahun 2023

Must Read

Moneter.id – PT Bank BTPN Tbk (BTPN) menargetkan pada tahun 2023
bisa naik kelas menjadi bank umum kegiatan usaha (BUKU) IV.

“Target tersebut bisa diraih secara organik,” kata
Direktur Utama Bank BTPN, Ongki Wanadjati Dana, Senin (26/8).

Ongki menjelaskan, saat ini posisi modal inti BTPN di kisaran
Rp22 triliun-Rp23 triliun dan kurang lebih butuh Rp7 triliun untuk masuk BUKU
IV. 
“Dengan kemampuan kami sendiri, tanpa ada
suntikan modal dalam empat tahun ke depan kita bisa mencapai BUKU IV,”
ujarnya.

Dalam laporan keuangan perseroan pada Juni 2019,
kinerja BTPN tergolong moncer. Modal inti perseroan secara individual tercatat
sebanyak Rp23,34 triliun atau tumbuh 76,23% dibandingkan posisi Juni 2018
senilai Rp13,24 triliun.

Sementara, laba bersih mencapai Rp1,23 triliun atau
tumbuh 13% dibandingkan semester I 2018 senilai Rp1,09 triliun. Lalu, total
penyaluran kredit BTPN hingga Juni 2019 mencapai Rp143,4 triliun, atau tumbuh
112% (yoy) dibandingkan posisi yang sama tahun lalu senilai Rp67,7
triliun.

Pencapaian ini diimbangi dengan prinsip kehati hatiaan
yang tecermin pada angka rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL)
di level 0,8% (gross).

Adapun rasio kecukupan modal atau capital adequacy
ratio (CAR) terjaga di level 23,3%, masih sangat kuat untuk menopang target
pertumbuhan.

“Jumlah penyaluran kredit merupakan data gabungan dari
SMBCI dan Bank BTPN, terhitung sejak efektif merger pada 1 Februari 2019. Namun
demikian, jika dihitung secara normal, penyaluran kredit sejatinya bertumbuh
10%,” ucap Ongki.

”Hal ini masih sejalan dengan rata rata pertumbuhan
kredit industri. Dengan kondisi ekonomi yang menantang, dan situasi perusahaan
yang masih dalam fase konsolidasi, pencapaian ini patut kami syukuri,”ujarnya.

Pertumbuhan kredit semester I/2019 banyak ditopang
pembiayaan korporasi, usaha kecil dan menengah (small medium enterprises/SME),
pembiayaan konsumer, dan pembiayaan prasejahtera produktif melalui anak usaha,
BTPN Syariah.

Selain itu, BTPN terus mengembangkan segmen korporasi.
Antara lain berpartisipasi dalam pembiayaan sindikasi, project financing di
bidang infrastruktur dan energi, trade finance, serta berkolaborasi dengan
multifinance untuk pembiayaan otomotif.

“Hal ini merupakan bentuk komitmen kami dalam
menggerakkan sektor riil dan berpartisipasi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,”
pungkas Ongki.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

REDMI Note Series Tembus 460 Juta Unit Pengiriman Global

REDMI Note Series menjadi kontributor besar dengan total pengiriman lebih dari 460 juta unit di lebih dari 100 negara...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img