Jumat, April 17, 2026

Fluktuasi Harga Tambang Internasional Pengaruhi HPE Periode September 2019

Must Read

Moneter.id – Fluktuasi
harga internasional mempengaruhi penetapan harga patokan ekspor (HPE) produk
pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) periode September 2019.
Dibandingkan dengan HPE periode Agustus 2019, sebagian besar komoditas
mengalami penurunan HPE. Ketentuan ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri
Perdagangan Nomor 68 Tahun 2019, tanggal 26 Agustus 2019.

“HPE beberapa produk pertambangan mengalami kenaikan
maupun penurunan yang disebabkan adanya fluktuasi harga internasional. Produk
konsentrat tembaga, konsentrat timbal, konsentrat rutil, dan nikel yang
mengalami kenaikan,”
kata
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana di Jakarta,
Kamis (29/8).

Kata
Wisnu, sejumlah produk pertambangan yang dikenakan BK adalah konsentrat
tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi,
pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat
seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, nikel, dan bauksit yang telah
dilakukan pencucian.

Perhitungan
harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit,
konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat
rutil bersumber dari Asian Metal dan Iron Ore Fine Australian. Sedangkan
konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat
seng, nikel, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME).

Dibandingkan
periode sebelumnya, produk pertambangan yang mengalami kenaikan harga rata-rata
pada periode bulan September 2019 adalah konsentrat tembaga (Cu ≥ 15%) dengan
harga rata-rata USD 2.355,57/WE atau naik sebesar 1,81%.

Lalu, konsentrat
timbal (Pb ≥ 56%) dengan harga rata-rata USD 835,67/WE atau naik sebesar 5,29%,
konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90%) dengan harga rata-rata USD 942,56/WE atau naik
sebesar 2,02%, dan nikel (Ni < 1,7%) dengan harga rata-rata USD 21,62/WE
atau naik sebesar 16,42%.

Sedangkan
produk yang mengalami penurunan dibandingkan HPE periode sebelumnya adalah konsentrat
besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62% dan ≤ 1% TiO2) dengan harga rata-rata USD
92,61/WE atau turun sebesar 10,05%, konsentrat besi laterit (gutit, hematit,
magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 50% dan (Al2O3 + SiO2) ≥ 10%) dengan harga
rata-rata USD 47,32/WE atau turun sebesar 10,05%.

Kemudian,
konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 56%) dengan harga
rata-rata USD 55,30/WE atau turun sebesar 10,05%, konsentrat seng (Zn ≥ 51%)
dengan harga rata-rata USD 584,58/WE atau turun sebesar 9,85%, konsentrat ilmenit
(TiO2 ≥ 45%) dengan harga rata-rata USD 215,30/WE atau turun sebesar 0,67%,

Dan
bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) (Al2O3 ≥ 42%) dengan
harga rata-rata USD 23,77/WE atau turun sebesar 1,56%.

Sementara
itu, konsentrat mangan (Mn ≥ 49%) dengan harga rata-rata USD 275,35/WE dan
pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 54) dengan harga
rata-rata USD 117,98/WE tidak mengalami perubahan.

“Penetapan
HPE periode September 2019 ini ditetapkan setelah memperhatikan berbagai
masukan tertulis dan koordinasi dari berbagai instansi terkait,” tungkas Wisnu. 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Mendag Busan Klaim Kewajiban Distribusi Melalui DMO Jaga Stabilitas Harga Minyak Goreng Rakyat

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, kewajiban distribusi domestic market obligation (DMO) minyak goreng rakyat sebesar minimal 35 persen melalui...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img