Senin, April 27, 2026

Menpar: Ada Tiga Hal yang Perlu Diperbaiki Papua Barat Agar Pariwisata Maju

Must Read

Moneter.id – Menteri
Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meminta Papua Barat untuk memperbaiki tiga hal
terkait atraksi, amenitas, dan aksesibilitas agar pariwisata di wilayah
tersebut maju dan berkembang. Ia menilai tiga hal itu merupakan unsur utama
yang menjadi kunci kemajuan pariwisata suatu daerah.

“Untuk
atraksi, Papua Barat mempunyai budaya dan alam, utamanya wisata bahari di Raja
Ampat yang sudah mendunia,” kata Menpar Arief Yahya di Jakarta, Selasa, (17/9).

Menpar
Arief Yahya menjelaskan, dua event pariwisata yaitu Festival Seni Budaya Papua
Barat dan Festival Pesona Bahari Raja Ampat telah masuk dalam 100 Wonderful
Event merupakan perpaduan yang menarik untuk atraksi budaya dan alam (bahari).

“Persoalan
yang dihadapi pariwisata Papua Barat adalah aksesibilitas khususnya penerbangan
langsung ke Sorong. Untuk ini ke depan perlu diciptakan hub-hub demi membuka
penerbangan langsung dari sumber pasar seperti dari Manado dan Bali ke Sorong
sebagai lokasi terdekat menuju Raja Ampat,” kata Arief Yahya.

Sementara
itu untuk amenitas, Kemenpar akan membantu dengan menerapkan konsep “nomadic tourism” di Papua Barat sebagai
proyek percontohan antara lain berupa tenda (glamcamp), caravan, serta homepod.

“Model nomadic tourism sangat cocok untuk Raja
Ampat karena tidak mengganggu lingkungan alam,” kata Arief Yahya.

Kemudian,
kata Menpar, hal lain yang menjadi perhatian Kemenpar adalah peningkatan
kualitas SDM pariwisata di Papua Barat.

“Informasi
yang saya dapat di Sorong sudah ada pendidikan tinggi program studi kelautan.
Saya mengusulkan agar ditambah dengan program studi pariwisata. Untuk Papua
Barat program studi kelautan dan pariwisata sangat tepat,” kata Arief Yahya.

Ia
mengatakan, Kemenpar juga siap membantu penerapan kurikulum pariwisata
berstandar ASEAN dan standar dunia (UNWTO).

Sementara
itu Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani mengatakan, kearifkan budaya
masyarakat dalam menjaga lingkungan alam membuat daya tarik wisata alam di
Papua Barat, khususnya Raja Ampat, dapat terjaga dengan baik sampai saat ini.

Pariwisata
Provinsi Papua Barat, menurut M. Lakotani, sejak 2016 perkembangannya sangat
pesat dengan kunjungan wisatawan naik hingga 45 persen pertahun.

“Pada
2018 kunjungan wisatawan ke Raja Ampat sebanyak 44 ribu terdiri atas 52 persen
wisatawan mancanegara (wisman) dan 48 persen wisatawan nusantara (wisnus).
Pasca-munculnya insiden baru-baru ini, kondisi Papua Barat saat ini sudah
sangat kondusif untuk berbagai kunjungan,” kata M. Lakotani.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Road to Pagelaran Sabang Merauke 2026 Libatkan Generasi Muda dari Seluruh Indonesia

Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia Yang Punya kembali menghadirkan rangkaian kegiatan di tahun 2026 sebagai bagian dari upaya...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img