Moneter.id – Direktur
Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawanigsih menjelaskan, industri
perhiasan pada hakekatnya merupakan salah satu pendukung industri fesyen yang
merupakan salah satu subsektor dari 16 sektor industri kreatif.
“Industri
perhiasan Indonesia memiliki peluang pasar yang besar dengan didukung oleh
kreativitas para pengrajinnya yang mampu menghasilkan berbagai produk perhiasan
sesuai tren pasar saat ini,” ungkapnya di Jakarta, Minggu (20/10).
Berdasarkan
catatan Kemenperin, pada tahun 2018, nilai ekspor perhiasan mencapai USD2,05 miliar. Sementara itu, pada Januari-Agustus 2019 telah menembus hingga USD1,47 miliar, naik dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar USD1,3 Miliar.
Adapun
negara tujuan ekspor produk perhiasan nasional masih didominasi oleh Singapura,
Swiss, Hongkong, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, dan Italia yang mencapai 97%
dari total ekspor.
“Selanjutnya
di Jawa Timur sendiri saat ini ada lebih dari 26 pengusaha besar skala menengah,
dan 1.854 pengusaha kecil di sektor perhiasan. Ini pengembangannya sangat luar
biasa, karena bahan baku dan proses industrinya ada disini,” imbuhnya
Dalam
meningkatkan daya saing IKM perhiasan, Kemenperin telah melakukan beberapa
upaya, di antaranya dalah pelatihan dan pendampingan tenaga ahli desainer,
serta bantuan mesin dan peralatan khususnya di Unit Pelayanan Teknis (UPT) yang
dapat dimanfaatkan oleh IKM di sentra.
Selanjutnya,
promosi dan pemasaran melalui pameran dalam dan luar negeri, peningkatan
keterampilan SDM melalui pendidikan dan pelatihan produksi, serta perbaikan
iklim usaha terkait dengan regulasi di bidang fiskal untuk kemudahan impor
bahan baku.
“Harapannya
tentu upaya tersebut dapat memberikan dampak positif, baik bagi pelaku industri
perhiasan maupun masyarakat secara umum, melalui pertumbuhan ekonomi dan
penyerapan tenaga kerja yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat
secara luas,” jelas Gati.
Seperti diketahui, pada 17 Oktober–20 Oktober 2019 lalu, Dirjen IKMA turut
meresmikan pembukaan Surabaya International Jewellery Fair 2019 di Grand Ballroom
Shangri La Hotel, Surabaya, Jawa Timur.
Pameran
ini terselenggara hasil kerja sama antara Asosiasi Perhiasan Emas dan Permata
Indonesia (APEPI) dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Provinsi Jawa
Timur.
“Kami
mengapresiasi kegiatan tersebut, karena sebagai peluang besar yang harus
dimanfaatkan oleh pelaku IKM perhiasan dalam negeri untuk menjaring buyer-buyer
potensial dari luar negeri yang tentunya cukup banyak yang hadir,” tuturnya.
Pada
pameran ini, Dirjen
IKMA Kemenperin memfasilitasi 30 pelaku IKM yang menampilkan berbagai perhiasan
dan aksesoris dengan kualitas unggulan produk terbaiknya, seperti perak, emas,
berlian, mutiara dan permata serta batu-batuan.




