Moneter.id – PT Bank
Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPN Syariah) telah menyalurkan
pembiayaan Rp8,9 triliun kepada 3,65 juta keluarga prasejahtera produktif
sepanjang kuartal III/2019. Capaian ini meningkat 28% secara tahunan (yoy) dari Rp6,97 triliun pada periode
yang sama tahun 2018.
“Segmen
ini turut menekan rasio pembiayaan bermasalah (Non Perfoming Finance/NPF) di level 1,30%,”
kata Ratih Rachmawaty, Direktur Utama BTPN Syariah di Jakarta, Selasa (22/10).
Kata Ratih, bisnis
pembiayaan kepada keluarga prasejahtera produktif sudah kami tekuni sejak 2010,
dan kami belajar banyak hal. Dari nasabah pembiayaan merasa mimpi mereka
terwujud lebih cepat.
“Kami juga mengubah
semua nama produk yang kami tawarkan dengan tambahan kata Tepat, misalnya Tepat
Deposito. Tepat, wujudkan niat baik lebih cepat,” tambahnya.
Hingga periode ini,
total aset BTPN Syariah tumbuh 29% secara tahunan (yoy) menjadi Rp14,59 triliun dari Rp11,31 triliun. Dana Pihak
Ketiga (DPK) mencapai Rp9,02 triliun, tumbuh 24% dari Rp7,25 triliun.
Perseroan
juga telah meningkatkan efisiensi dalam mengoperasikan bisnis di mana posisi
beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) tercatat 59,6%, lebih
rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya di 62,6%.
Lanjutnya, pertumbuhan
pembiayaan yang positif yang disertai dengan efisiensi perseroan dalam
mengoperasikan bisnis mampu menopang pertumbuhan laba bersih sebesar pajak (Net Performing After
Tax/NPAT) mencapai Rp976 miliar, tumbuh 40% dari Rp698 miliar.
“Sedangkan
posisi rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) berada di
posisi 41,1%,” tutupnya.




