Moneter.id – PT Jasa Marga (Persero) Tbk berhasil mencatat pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan
amortisasi atau earnings before interest, taxes, depreciation and
amortization (EBITDA) sebesar Rp5,00 triliun pada kuartal
III/2019. Capaian ini tumbuh 16,9% dibandingkan dengan kuartal
III tahun sebelumnya.
“Kinerja
positif ini diperoleh perseroan dengan melakukan efisiensi pada beban usaha
serta peningkatan pendapatan usaha di luar konstruksi yang berdampak positif pada kenaikan margin
EBITDA sebesar 62,9%, lebih tinggi dari kuartal III/2018,
yaitu sebesar 60,1%,” tulis perseroan dipesan
singkat yang diterima Moneter.id, Rabu (30/10).
Dijelaskan, untuk pendapatan usaha di luar konstruksi, Jasa Marga mencatat sebesar Rp7,96 triliun
atau meningkat 11,6% dari kuartal
III/2018. Pertumbuhan positif tersebut ditopang dari
kontribusi pendapatan tol sebesar Rp7,36 triliun, dimana pendapatan tol tumbuh
sebesar 10,9% dibandingkan kuartal
III/2018.
Dari total pendapatan tol tersebut, kontribusi pendapatan tol di
ruas-ruas yang dioperasikan oleh anak usaha perseroan
yaitu sebesar 17,5%, tumbuh dibandingkan kontribusi pada pendapatan tol kuartal III/2018 yaitu
sebesar 13,8%.
Kenaikan kontribusi tersebut merupakan dampak positif
dari pengoperasian jalan tol baru dan kesuksesan perseroan dalam menyambungkan jaringan jalan tol Trans Jawa pada akhir tahun 2018.
Pembangunan ruas-ruas jalan tol baru telah menyumbang
pertumbuhan aset dari
sisi hak pengusahaan jalan tol perseroan sehingga total aset perseroan pada kuartal III/2019
tercatat sebesar Rp94,27 triliun atau tumbuh sebesar 14,4% dari tahun 2018.
Sementara, untuk menjaga profitabilititas dan struktur permodalan, Jasa Marga kembali
melakukan inovasi alternatif pendanaan. Pada Juli 2019, perseroan menerbitkan pendanaan sukuk ijarah
pertama pada bisnis jalan tol untuk salah satu ruas tol milik anak usaha perseroan, yaitu ruas Gempol-Pandaan.
Sukuk ijarah
diluncurkan setelah sebelumnya pada semester I/2019 perseroan
sukses menerbitkan alternatif pendanaan berbasis ekuitas yaitu Kontrak
Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK DINFRA) pada ruas tol yang
sama.
Seperti diketahui, hingga kuartal III/2019,
Jasa Marga berhasil mengoperasikan jalan tol sepanjang 1.041 Km dengan
penambahan panjang jalan tol baru di tahun 2019 sepanjang 41,46 Km.
Jalan tol yang beroperasi di tahun 2018 antara lain
Medan Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi VII (Sei Rampah-Tebing Tinggi) sepanjang
9,26 Km, dan Pandaan Malang Seksi Pandaan-Singosari sepanjang 30,6 Km, serta
akses Jalan Tol Gempol-Pandaan sepanjang 1,6 Km.
Beberapa proyek jalan tol yang sedang dalam tahap
pembangunan dan ditargetkan akan selesai pada tahun ini yaitu Proyek Jalan Tol
Pandaan-Malang Seksi Singosari-Malang, Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II
Elevated, Proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, dan Proyek Jalan Tol
Serpong-Kunciran.




