Selasa, Maret 3, 2026

Krakatau Steel Rugi Rp2,96 Triliun Hingga September 2019

Must Read

Moneter.id – PT
Krakatau Steel Tbk (KRAS) membukukan kerugian sebesar US$ 211,91 juta atau
sekitar Rp 2,96 triliun pada 9 bulan tahun ini dari periode yang sama tahun
sebelumnya US$ 37,38 juta atau Rp 523,32 miliar, naik 5 kali lipat.

Dalam
laporan keuangan per September 2019, KRAS mencatatkan penjualan dan pendapatan
usaha sebesar US$ 1,05 miliar atau Rp 14,70 triliun dari periode yang sama
tahun lalu US$ 1,27 miliar atau Rp 17,78 triliun.

“Restrukturisasi
utang bisa menjadi jalan keluar untuk perseroan,” kata Direktur Utama KRAS,
Silmy Karim.

Silmy
menargetkan dapat menuntaskan restrukturisasi utang senilai total US$2,2 miliar
pada tahun 2019. “Restrukturisasi utang telah mencapai 78% dari utang yang akan
direstrukturisasi senilai US$2,2 miliar,” ujarnya.

Seperti
diketahui, pada 30 September 2019, KRAS telah melakukan penandatanganan
perjanjian kredit restrukturisasi dengan para kreditur seperti PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank ICBC Indonesia, Lembaga Pembiayaan Ekspor
Indonesia (Indonesia Eximbank), PT Bank Central Asia Tbk.

“Perseroan akan
menuntaskan restrukturisasi utang terhadap 22% lainnya pada akhir tahun ini.
Utang tersebut berasal dari 4 bank swasta,” ucap Silmy.

Sejalan
dengan restrukturisasi utang senilai total US$2,2 miliar dengan sejumlah
kreditur, pinjaman jangka pendek KRAS turun signifikan dari US$1,13 miliar
menjadi US$476,89 juta per September 2019 atau menyusut US$654,3 juta.

Namun, pinjaman
jangka panjang justru meningkat dari US$811,7 juta menjadi US$1,52 miliar.
Dengan proporsi tersebut, beban keuangan KRAS masih mengalami kenaikan dibandingkan
dengan posisi akhir kuartal III/2018. Beban keuangan KRAS per kuartal III/2019
tercatat US$92,82 juta, naik 17,34% dari US$79,1 juta.

Secara total,
liabilitas Krakatau Steel meningkat 7,4% dari US$2,49 miliar menjadi US$2,68
miliar per 30 September 2019. Dengan asumsi kurs Rp14.100 per dolar AS, total
liabilitas BUMN itu mencapai Rp37,83 triliun. Setelah restrukturisasi selesai,
perusahaan akan fokus pada transformasi untuk membenahi kinerja yang merugi
sejak 2012 itu.

“Hasil
restrukturisasi akan terlihat pada perolehan laba pada kuartal I/2020. Perlu
waktu 3-5 tahun untuk membuat KRAS kembali sehat, setelah rugi sejak 2012,” tungkas
Silmy.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lebaran Jadi Titik Balik Finansial, Pencarian Rumah Melonjak Usai Hari Raya

Narasi mengenai tantangan Generasi Z dan Milenial dalam memiliki hunian pribadi kian mengemuka sebagai isu krusial. Kekhawatiran ini bukan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img